<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8954">
 <titleInfo>
  <title>Partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Pangandaran pasca pembentukan daerah otonomi baru dalam pemilukada Kabupaten Ciamis tahun 2013</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agus Dedi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv,;244 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diskursus tentang pelibatan masyarakat daerah otonomi barn dalam &#13;
pemilukada daerah induknya menjadi kajian menarik dalam sistem otonomi &#13;
daerah. Pelibatan warga masyarakat Kabupaten Pangandaran yang telah &#13;
ditetapkan sebagai daerah otonomi barn dalam kegiatan Pernilukada di Kabupaten &#13;
Ciamis Tahun2013 telah menuai pro dan kontra. Alasan yang mendasari polemik &#13;
ini adalah dengan telah terbitnya Surat Keputusan Penetapan Daerah Otonom &#13;
Barn yang disahkan dengan Undang-Undang berkonsekuensi pada diberikannya &#13;
kewenangan daerah otonomi barn untuk mengatur rumah tangganya sendiri, &#13;
secara yuridis telah terlepas dari kabupaten induknya. &#13;
&#13;
Bertolakdari hal itu,penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi &#13;
politik masyarakat Kabupaten Pangandaran pasca pembentukan Daerah Otonomi &#13;
Barn dalam Pemilukada di Kabupaten Ciamis Tahun 2013 dan mengkaji faktor­ &#13;
faktor peningkatan partisipasi politik masyarakat Kabupaten Pangandaran pasca &#13;
pembentukan Daerah Otonomi Barn dalam Pemilukada di Kabupaten Ciarnis &#13;
Tahun 20l3. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang &#13;
dilakukan peneliti kepada informan, yaitu kelompok aktivis, partisipan, pengamat, &#13;
dan apolitis diperoleh gambaran yang komprehensif bahwa partisi pasi politik &#13;
masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam Pemilukada kabupaten Ciamis Tahun &#13;
2013 termasuk kategori tinggi. Temuan ini didukung pula oleh hasil &#13;
penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Ciamis bahwa tingkat &#13;
partisipasi politik masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam kegatan pemilukada &#13;
di Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 mencapai angka 70,57 % yang diperoleh dari 10 &#13;
kecamatan. Jika dibandingkan dengan perolehan suara kabupaten induknya yang &#13;
hanya mencapai 68, 82 % rnaka hal ini rnenunjukkan bahwa tingkat partisipasi &#13;
politik masyarakat Kabupaten Pangandaran lebih baik daripada Kabupaten &#13;
Ciamis. &#13;
&#13;
Peningkatan angka partisipasi politik masyarakat Kabupaten Pangandaran &#13;
dalam Pemilukada Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 disebabkab oleh beberapa &#13;
faktor. Pertama, faktor profil Calon BupatiIWakil Bupati. Kedua, faktor &#13;
sosialisasi dan karnpanye yang dilakukan oleh kelornpok aktivis, partisipan, dan &#13;
kelompok pengamat. Ketiga, faktor isu putera daerah (primordial), Keempat; &#13;
faktor hubungan ernosional dengan kabupaten induk. Kelima, faktor pengaruh &#13;
para ulama/ajengan. Keenam, faktor kesadaran politik rnasyarakat. &#13;
&#13;
Temuan dalarn penelitian ini rnenghasilkan konsep barn yaitu bahwa &#13;
partisipasi politik yang diberikan masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam &#13;
Pemilukada Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 kurang efektif. Artinya, partisipasi &#13;
.. politik yang diberikan rnasyarakat Kabupaten Pangandaran dalarn Pernilukada &#13;
Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 hasilnya tidak rnerniliki rnanfaat bagi rnasyarakat &#13;
Kabupaten Pangandaran pasca pernbentukan Daerah Otonorni Barn.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dedi Agus</note>
 <subject authority="">
  <topic>partisipasi politik, rnasyarakat, pernilukada, dan</topic>
 </subject>
 <classification>320 Agu p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>320 Agu p/R.17.188.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0882</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8954</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-11 10:00:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>