KOMUNIKASI HIZBUT TAHRIR : (Studi Fenomenologi tentang Konsep Diri, Makna dan Pola Komunikasi Aktivis Hizbut Tahrir di Pekanbaru)
Hizbut Tahrir sebagai kelompok gerakan perubahan memiliki konsep
ideologi yang senantiasa diperjuangkan dalam kehidupan masyarakat. Agenda ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0881 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Muh k/R.17/99.1Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik XXI,;455 HLM,;29 CMBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Muh kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Firdaus Muhammad -
Hizbut Tahrir sebagai kelompok gerakan perubahan memiliki konsep
ideologi yang senantiasa diperjuangkan dalam kehidupan masyarakat. Agenda
perjuangan politik aktivis Hizbut Tahrir adalah tegaknya daulah khilafah
Islamiyah. Dengan tegaknya daulah khilafah Islamiyah sehingga bisa
diterapkannya syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat dan
negara. Hizbut Tahrir mengidentifikasi dirinya sebagai gerakan partai politik
Islam non Parlemen yang memiliki jaringan luas dengan keberadaannya di
berbagai negara. Pemikiran Hizbut Tahrir anti demokrasi yang bergerak di luar
sistem politik yang berlaku secara umum.
Penelitian dengan judul Komunikasi Hizbut Tahrir (Studi
Fenomenologi tentang Konsep Diri, Makna dan Pola Komunikasi aktivis
Hizbut Tahrir di Pekanbaru) bertujuan untuk mengetahui konsep diri baik
secara fisik, psikis dan sosial dari aktivis Hizbut Tahrir sebagai anggota
gerakan perubahan dan mengetahui konstruksi makna ideologi khilfah dan
ideologi politik Hizbut Tahrir. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui
pola komunikasi yang dilakukan oleh aktivis Hizbut Tahrir dalam
mengembangkan ajarannya. Metode yang digunakan c!alam penelitian ini
adalah metode kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Subjek dalam
penelitian ini adalah aktivis Hizbut Tahrir Pekanbaru. Pengumpulan data
diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan berperan serta. Data
penunjang penelitian diperoleh melalui studi literatur dan penelitian-penelitian
sebelurnnya.
..
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik konsep diri aktivis
. Hizbut Tahrir Pekanbaru menggunakan jenggot bagi laki-laki dan pakaian
berdasarkan syariat Islam (syar'i) bagi perempuan. Secara psikis, hampir
semua pelaku penelitian merasa tenang, bahagia dan bersyukur masuk Hizbut
Tahrir hanya satu orang yang merasa cemas. Secara sosial bahwa pelaku
penelitian melakukan interaksi yang baik dengan kalangan sesama aktivis
maupun non aktivis Hizbut Tahrir. Makna ideologi khilafah dikonstrusikan
oleh aktivis terdiri dari enam makna dan makna politik juga dikonstruksikan
oleh aktivis terdiri dari enam makna. Pola komunikasi yang dikembangkan
oleh aktivis Hizbut Tahrir terdiri dari empat pola komunikasi. Pertama,
komunikasi mushrif dengan calon darish disebut dengan halaqah umum.
Kedua, komunikasi mushrif dengan darish disebut dengan halaqah murakazah.
Ketiga, komunikasi darish dengan keluarga inti dan keempat, komunikasi
darish dengan keluarga besar.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






