Detail Cantuman

Image of KOMUNIKASI HIZBUT TAHRIR  : (Studi Fenomenologi tentang Konsep Diri, Makna dan Pola Komunikasi Aktivis Hizbut Tahrir di Pekanbaru)

 

KOMUNIKASI HIZBUT TAHRIR : (Studi Fenomenologi tentang Konsep Diri, Makna dan Pola Komunikasi Aktivis Hizbut Tahrir di Pekanbaru)


Hizbut Tahrir sebagai kelompok gerakan perubahan memiliki konsep
ideologi yang senantiasa diperjuangkan dalam kehidupan masyarakat. Agenda ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0881Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Muh k/R.17/99.1
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    XXI,;455 HLM,;29 CM
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Muh k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hizbut Tahrir sebagai kelompok gerakan perubahan memiliki konsep
    ideologi yang senantiasa diperjuangkan dalam kehidupan masyarakat. Agenda
    perjuangan politik aktivis Hizbut Tahrir adalah tegaknya daulah khilafah
    Islamiyah. Dengan tegaknya daulah khilafah Islamiyah sehingga bisa
    diterapkannya syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat dan
    negara. Hizbut Tahrir mengidentifikasi dirinya sebagai gerakan partai politik
    Islam non Parlemen yang memiliki jaringan luas dengan keberadaannya di
    berbagai negara. Pemikiran Hizbut Tahrir anti demokrasi yang bergerak di luar
    sistem politik yang berlaku secara umum.

    Penelitian dengan judul Komunikasi Hizbut Tahrir (Studi
    Fenomenologi tentang Konsep Diri, Makna dan Pola Komunikasi aktivis
    Hizbut Tahrir di Pekanbaru) bertujuan untuk mengetahui konsep diri baik
    secara fisik, psikis dan sosial dari aktivis Hizbut Tahrir sebagai anggota
    gerakan perubahan dan mengetahui konstruksi makna ideologi khilfah dan
    ideologi politik Hizbut Tahrir. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui
    pola komunikasi yang dilakukan oleh aktivis Hizbut Tahrir dalam
    mengembangkan ajarannya. Metode yang digunakan c!alam penelitian ini
    adalah metode kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Subjek dalam
    penelitian ini adalah aktivis Hizbut Tahrir Pekanbaru. Pengumpulan data
    diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan berperan serta. Data
    penunjang penelitian diperoleh melalui studi literatur dan penelitian-penelitian
    sebelurnnya.

    ..

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik konsep diri aktivis

    . Hizbut Tahrir Pekanbaru menggunakan jenggot bagi laki-laki dan pakaian
    berdasarkan syariat Islam (syar'i) bagi perempuan. Secara psikis, hampir
    semua pelaku penelitian merasa tenang, bahagia dan bersyukur masuk Hizbut
    Tahrir hanya satu orang yang merasa cemas. Secara sosial bahwa pelaku
    penelitian melakukan interaksi yang baik dengan kalangan sesama aktivis
    maupun non aktivis Hizbut Tahrir. Makna ideologi khilafah dikonstrusikan
    oleh aktivis terdiri dari enam makna dan makna politik juga dikonstruksikan
    oleh aktivis terdiri dari enam makna. Pola komunikasi yang dikembangkan
    oleh aktivis Hizbut Tahrir terdiri dari empat pola komunikasi. Pertama,
    komunikasi mushrif dengan calon darish disebut dengan halaqah umum.
    Kedua, komunikasi mushrif dengan darish disebut dengan halaqah murakazah.
    Ketiga, komunikasi darish dengan keluarga inti dan keempat, komunikasi
    darish dengan keluarga besar.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi