EVALUASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM KERANGKA OTONOMI KHUSUS DI KABUPATEN SORONG,PROVINSI PAPUA BARAT
Permasalahan yang dipecahkan dalampenelitian ini adalah belum
optimalnya evaluasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Sorong Provinsi Papua
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0872 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Bar e/R.17.285.1Penerbit Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xvii,;284 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Bar eTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab OSOK BARBALINA -
Permasalahan yang dipecahkan dalampenelitian ini adalah belum
optimalnya evaluasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Sorong Provinsi Papua
Barat oleh evaluator internal daerah. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dalam menjelaskan kriteria evaluasi yang diterapkan secara
retrospektif (ex post) dengan pendekatan atau model evaluasi berbasis tujuan
(tujuan strategis) sesuai Peraturan Bupati Sorong Nomor 25A tahun 2012 tentang
Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sorong
Tahun 2012-2017. Teknik pengumpulan data diperoleh dari data sekunder berupa
studi kepustakaan, survey lapangan, dan dokumentasi, serta data primer diperoleh
dari wawancara mendalam. Sebagai bahan konfirmasi evaluasi kebijakan
pendidikan di Kabupaten Sorong, penulis menggunakan kriteria evaluasi
kebijakan William N Dunn diantaranya efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan,
responsivitas, dan ketepatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi kebijakan pendidikan di
Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat meliputi kriteria efektivitas, efisiensi,
dan kecukupan belum memberikan penilaian yang akurat tentang kebijakan
pendidikan, sedangkan kriteria perataan telah dapat dijelaskan mencakup
penyediaan prasarana dan sarana fisik pendidikan serta penyaluran bantuan
BOSDA, walaupun kenyataannya BOSDA belum terdistribusi merata karena ada
siswa yang belum terdata. Kriteria responsivitas terhadap keberadaan kriteria
efektivitas, efisiensi, kecukupan, dan perataan kebijakan pendidikan secara umum
direspon belum memuaskan. Evaluasi kriteria ketepatan kebijakan pendidikan
belum dijelaskan secara akurat, dan terkesan kurang memberi tanggapan karena
terbentur kewenangan kepala daerah.
Konsep barn dari penelitian ini sebagai solusi agar evaluasi kebijakan
optimal, pertama, untuk efisiensi adalah Standar Satuan Biaya Pendidikan Lokal.
Kedua, dibutuhkan "komponen standar penilaian keberhasilan pendidikan" yang
diturunkan dari kriteria efektivitas, kecukupan, perataan, responsivitas dan
ketepatan. Ketiga terkait dengan evaluator, konsep barn yang ditawarkan adalah
sinergitas antar evaluator dan objektivitas evaluator. Sinergitas adalah kekuatan
yang harus dibangun antar evaluator untuk meningkatkan kemajuan kebijakan
melalui hasil-hasil evaluasi yang positif, sedangkan objektivitas adalah keadaan
dimana evaluator harus menjaga dirinya bebas dari berbagai benturan kepentingan
yang mengarahkan penilaian diluar yang sementinya agar intergritas tetap
dipertahankan untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Sorong.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






