KUASA DALAM PIDATO-PIDATO OBAMA: ANALISIS WACANA KRITIS
Disertasi ini berjudul "Kuasa dalam Pidato-Pidato Obama: Analisis Wacana Kritis."
. Penelitian berancangan kualitatif dengan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0861 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 401.41 Dah k/R.18.9.1Penerbit program doktor ilmu sastra : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xii,;357 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 401.41 Dah kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab DAHNILSYAH -
Disertasi ini berjudul "Kuasa dalam Pidato-Pidato Obama: Analisis Wacana Kritis."
. Penelitian berancangan kualitatif dengan penyajian data deskriptif. Motif utama
penelitian ini didasarkan kepada realita bahwa sebagian besar penelitian yang telah
dilakukan dalam menganalisis pidato Obama terfokus pada tataran tekstual semata
tanpa mempertimbangkan keterlibatan kognisi serta konteks sosial secara mendalam.
Topik utama dalam penelitian ini adalah membongkar indikasi kuasa dari pidato
pidato Obama mengenai isu-isu teroris secara umum. Teori utama yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Analisis Wacana Kritis Kognisi Sosial yang digagas oleh
Van Dijk dan hanya dibatasi pada analisis mikro tekstual, kognisi sosial dan konteks
sosial untuk membongkar makna tekstual tersembunyi yang ada dalam pernyataan
pemyataan pidato Obama. Data penelitian ini terdiri at as tujuh naskah pidato Obama
yang membahas tentang isu-isu terorisme secara umum dari tahun 2009 hingga tahun
2016. Pidato-pidato ini diambil dari media yang telah banyak tersebar di media masa
baik cetak maupun elektronik. Tujuan penelitian ini adalah (1) Merumuskan dan
menjelaskan analisis tekstual makro teks pidato Obama yang mengindikasikan
penyalahgunaan kuasa; (2) Menganalisis dan menjelaskan analisis tekstual mikro teks
pidato Obama yang mengindikasikan penyalahgunaan kuasa; (3) Menjelaskan cara
Obama memanfaatkan kognisi sosial dan konteks dalam pidatonya untuk menerapkan
kuasanya. Hasil penelitian diperoleh dari analisis tekstual, konteks sosial dan kongnisi
sosial. analisis tekstual menunjukkan bahwa (1) Obama sangat selektif dalam
pemakaian unit-unit linguistik. Unit-unit linguistik yang dipakai disesuaikan dengan
konteks situasi dan kondisi dari penyampaian pidato; (2) ciri khas dari penyampaian
pidato Obam bersifat persuasif dan manipulatif yang dibungkus dengan bahasa-bahasa
yang penuh motivasi dan mengundang simpati. Analisi kognisi sosial menunjukkan
bahwa pengalaman-pengalaman pribadi dan sosial dari Obama sangat berpengaruh
terhadap pidato Obama yang dijabarkan dalam skema persona, skema diri, dan skema
peristiwa. Dari analisis konteks sosial ditemukan bahwa Obama sangat sensitif
terhadap tanggapan-tanggapan masyarakat dan kondisi yang berlangsung tentang isu
terorisme sehingga itu disesuaikan dengan isi pidato yang disampaikan sesuai dengan
akses perencanaan, setting, dan peristiwa komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa secara umum, pidato-pidato yang disampaikan oleh Obama yang berkaitan
dengan isu-isu terorisme ini bersifat persuasif dan informatif. Sebagai politisi dan
presiden yang tetap memprioritaskan kepentingan partai dan golongannya, meskipun
dilakukan secara terselubung, serta ideologi yang dijadikan acuan selama ini, Obama
harus terus meyakinkan publik Amerika akan keseriusan pemerintahannya, terutama
dalam pemberantasan terorisme sambil membawa kepentingan-kepentingan tertentu.
Selain itu, dapat disimpukan bahwa praktik-praktik kuasa yang dilakukan oleh para
politisi, terutama yang menganut sistem demokrasi langsung, dilakukan secara
diplomatis, terselubung, tanpa memberikan kesan negatif terhadap publik. Dominasi
. dan hegemoni yang dilakukan tidak dianggap oleh publik sebagai suatu pemaksaan,
dan kekerasan, tetapi dikembangkan menjadi sesuatu yang dapat diterima dan
dijadikan sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






