<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8939">
 <titleInfo>
  <title>KUASA DALAM PIDATO-PIDATO OBAMA:</title>
  <subTitle>ANALISIS WACANA KRITIS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DAHNILSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>program doktor ilmu sastra</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,;357 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi ini berjudul &quot;Kuasa dalam Pidato-Pidato Obama: Analisis Wacana Kritis.&quot; &#13;
&#13;
. Penelitian berancangan kualitatif dengan penyajian data deskriptif. Motif utama &#13;
penelitian ini didasarkan kepada realita bahwa sebagian besar penelitian yang telah &#13;
dilakukan dalam menganalisis pidato Obama terfokus pada tataran tekstual semata &#13;
tanpa mempertimbangkan keterlibatan kognisi serta konteks sosial secara mendalam. &#13;
Topik utama dalam penelitian ini adalah membongkar indikasi kuasa dari pidato­ &#13;
pidato Obama mengenai isu-isu teroris secara umum. Teori utama yang digunakan &#13;
dalam penelitian ini adalah Analisis Wacana Kritis Kognisi Sosial yang digagas oleh &#13;
Van Dijk dan hanya dibatasi pada analisis mikro tekstual, kognisi sosial dan konteks &#13;
sosial untuk membongkar makna tekstual tersembunyi yang ada dalam pernyataan­ &#13;
pemyataan pidato Obama. Data penelitian ini terdiri at as tujuh naskah pidato Obama &#13;
yang membahas tentang isu-isu terorisme secara umum dari tahun 2009 hingga tahun &#13;
2016. Pidato-pidato ini diambil dari media yang telah banyak tersebar di media masa &#13;
baik cetak maupun elektronik. Tujuan penelitian ini adalah (1) Merumuskan dan &#13;
menjelaskan analisis tekstual makro teks pidato Obama yang mengindikasikan &#13;
penyalahgunaan kuasa; (2) Menganalisis dan menjelaskan analisis tekstual mikro teks &#13;
pidato Obama yang mengindikasikan penyalahgunaan kuasa; (3) Menjelaskan cara &#13;
Obama memanfaatkan kognisi sosial dan konteks dalam pidatonya untuk menerapkan &#13;
kuasanya. Hasil penelitian diperoleh dari analisis tekstual, konteks sosial dan kongnisi &#13;
sosial. analisis tekstual menunjukkan bahwa (1) Obama sangat selektif dalam &#13;
pemakaian unit-unit linguistik. Unit-unit linguistik yang dipakai disesuaikan dengan &#13;
konteks situasi dan kondisi dari penyampaian pidato; (2) ciri khas dari penyampaian &#13;
pidato Obam bersifat persuasif dan manipulatif yang dibungkus dengan bahasa-bahasa &#13;
yang penuh motivasi dan mengundang simpati. Analisi kognisi sosial menunjukkan &#13;
bahwa pengalaman-pengalaman pribadi dan sosial dari Obama sangat berpengaruh &#13;
terhadap pidato Obama yang dijabarkan dalam skema persona, skema diri, dan skema &#13;
peristiwa. Dari analisis konteks sosial ditemukan bahwa Obama sangat sensitif &#13;
terhadap tanggapan-tanggapan masyarakat dan kondisi yang berlangsung tentang isu &#13;
terorisme sehingga itu disesuaikan dengan isi pidato yang disampaikan sesuai dengan &#13;
akses perencanaan, setting, dan peristiwa komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan &#13;
bahwa secara umum, pidato-pidato yang disampaikan oleh Obama yang berkaitan &#13;
dengan isu-isu terorisme ini bersifat persuasif dan informatif. Sebagai politisi dan &#13;
presiden yang tetap memprioritaskan kepentingan partai dan golongannya, meskipun &#13;
dilakukan secara terselubung, serta ideologi yang dijadikan acuan selama ini, Obama &#13;
harus terus meyakinkan publik Amerika akan keseriusan pemerintahannya, terutama &#13;
dalam pemberantasan terorisme sambil membawa kepentingan-kepentingan tertentu. &#13;
Selain itu, dapat disimpukan bahwa praktik-praktik kuasa yang dilakukan oleh para &#13;
politisi, terutama yang menganut sistem demokrasi langsung, dilakukan secara &#13;
diplomatis, terselubung, tanpa memberikan kesan negatif terhadap publik. Dominasi &#13;
&#13;
. dan hegemoni yang dilakukan tidak dianggap oleh publik sebagai suatu pemaksaan, &#13;
dan kekerasan, tetapi dikembangkan menjadi sesuatu yang dapat diterima dan &#13;
dijadikan sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.</note>
 <note type="statement of responsibility">DAHNILSYAH</note>
 <subject authority="">
  <topic>Analisis wacana kritis, kognisi sosial, kontek sos</topic>
 </subject>
 <classification>401.41 Dah k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>401.41 Dah k/R.18.9.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0861</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8939</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 13:31:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>