MIKRO REGIONALISASI DAN MIKRO REGIONALISME: KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS BATAM BAGI PERWUJUDAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (2007-2014)
Penelitian disertasi ini tentang bagaimana mikro regionalisasi (proses integrasi
yang dipelopori oleh pasar / market-led process terjadi di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0852 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 327 Tir m/R.17.269.2Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xx,;238 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 Tir mTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab MURSITAMA TIRTA NUGRAHA -
Penelitian disertasi ini tentang bagaimana mikro regionalisasi (proses integrasi
yang dipelopori oleh pasar / market-led process terjadi di tataran sub nasional)
dan mikro regionalisme (proses integrasi yang didasarkan pada kebijakan
kebijakan pemerintah / state-led process terjadi di tataran sub nasional)
berkontribusi pada terwujudnya regionalisme ekonomi di kawasan perbatasan.
Dengan menggunakan perspektif ekonomi politik intemasional dan dalam teori
regionalisme baru, penelitian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan studi
kasus Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB) atau
Batam Free Trade Zone (FTZ) pad a tahun 2007 - 2014, antara mikro regionalisasi
dan mikro regionalisme keduanya hadir secara bersama-sama tanpa saling
meniadakan dalam mewujudkan regionalisme ekonomi di kawasan perbatasan
Indonesia (Riau atau khususnya Batam), Malaysia (khususnya Johor) dan
Singapura. Temuan ini sangat penting dan menawarkan penjelasan baru di tengah
perdebatan mana yang lebih berpengaruh regionalisme atau regionalisasi karena
menghasilkan tipologi interplay antar aktor di kawasan pebatasan yang disebut
mikro regionalisasi beragam aktor. Bila dikembangkan lebih lanjut dan
dilaksanakan, maka mikro regionalisasi beragam aktor dapat menjadi satu kunci
sukses terwujudnya regionalisme ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia,
Singapura dan Malaysia yang memberikan manfaat bersama. Dalam konteks
perwujudan Masyarakat Ekonomi ASEAN, temuan disertasi ini membuktikan
bahwa proses integrasi yang bersifat "bottom-up" terbukti efektif memenuhi
kebutuhan kalangan bisnis dibandingkan pendekatan "top-down". Selain itu,
disertasi ini membuktikan bahwa mikro regionalisasi berkontribusi pad a upaya
perwujudan ASEAN lebih relevan bagi masyarakat dan organisasi yang
berorientasi dan berpusat pada masyarakat. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






