<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8931">
 <titleInfo>
  <title>MIKRO REGIONALISASI DAN MIKRO REGIONALISME:</title>
  <subTitle>KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS BATAM BAGI PERWUJUDAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (2007-2014)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TIRTA NUGRAHA MURSITAMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,;238 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian disertasi ini tentang bagaimana mikro regionalisasi (proses integrasi &#13;
yang dipelopori oleh pasar / market-led process terjadi di tataran sub nasional) &#13;
dan mikro regionalisme (proses integrasi yang didasarkan pada kebijakan­ &#13;
kebijakan pemerintah / state-led process terjadi di tataran sub nasional) &#13;
berkontribusi pada terwujudnya regionalisme ekonomi di kawasan perbatasan. &#13;
Dengan menggunakan perspektif ekonomi politik intemasional dan dalam teori &#13;
regionalisme baru, penelitian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan studi &#13;
kasus Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB) atau &#13;
Batam Free Trade Zone (FTZ) pad a tahun 2007 - 2014, antara mikro regionalisasi &#13;
dan mikro regionalisme keduanya hadir secara bersama-sama tanpa saling &#13;
meniadakan dalam mewujudkan regionalisme ekonomi di kawasan perbatasan &#13;
Indonesia (Riau atau khususnya Batam), Malaysia (khususnya Johor) dan &#13;
Singapura. Temuan ini sangat penting dan menawarkan penjelasan baru di tengah &#13;
perdebatan mana yang lebih berpengaruh regionalisme atau regionalisasi karena &#13;
menghasilkan tipologi interplay antar aktor di kawasan pebatasan yang disebut &#13;
mikro regionalisasi beragam aktor. Bila dikembangkan lebih lanjut dan &#13;
dilaksanakan, maka mikro regionalisasi beragam aktor dapat menjadi satu kunci &#13;
sukses terwujudnya regionalisme ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia, &#13;
Singapura dan Malaysia yang memberikan manfaat bersama. Dalam konteks &#13;
perwujudan Masyarakat Ekonomi ASEAN, temuan disertasi ini membuktikan &#13;
bahwa proses integrasi yang bersifat &quot;bottom-up&quot; terbukti efektif memenuhi &#13;
kebutuhan kalangan bisnis dibandingkan pendekatan &quot;top-down&quot;. Selain itu, &#13;
disertasi ini membuktikan bahwa mikro regionalisasi berkontribusi pad a upaya &#13;
perwujudan ASEAN lebih relevan bagi masyarakat dan organisasi yang &#13;
berorientasi dan berpusat pada masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility">MURSITAMA TIRTA NUGRAHA</note>
 <subject authority="">
  <topic>mikro regionalisasi, mikro regionalisme, regionali</topic>
 </subject>
 <classification>327 Tir m</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>327 Tir m/R.17.269.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0852</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8931</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-11 09:21:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>