Dinamika pertunjukan topeng pada budaya ngarot di Lelea Indramayu
Penelitian ini "Dinamika Topeng Pada Budaya Ngarot Di Lelea Indramayu"
merupakan sebuah studi mendalam tentang perubahan pertunjukan topeng ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0844 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 306 Ase d /R.18,3.6Penerbit program doktor ilmu sastra : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xii,;185 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 306 Ase dTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Sulaeman Asep -
Penelitian ini "Dinamika Topeng Pada Budaya Ngarot Di Lelea Indramayu"
merupakan sebuah studi mendalam tentang perubahan pertunjukan topeng
dari masa ke rnasa, yaitu sebuah kegiatan atau praktik kultural tentang
upacara ad at bagi masyarakat Indrarnayu untuk mencapai pertemuan
transedental. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban atas
pertanyaan: (I) Apakah terjadi perubahan-perubahan di dalam upacara
ngarot? (2) Apa kaitan antara tari topeng, budaya ngarot dan sistem sosial
masyarakat pendukungnya? (3) Apabila terjadi perubahan di dalam upacara
ngarot, apakah berdampak kepada perubahan pertunjukan tari topeng dan
kehidupan sosial ekonomi kemasyarakat? Penelitian ini dirancang sebagai
penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya dengan studi kepustakaan,
observasi, dan wawancara secara mendalam, melalui pengamatan. Artinya
mengamati pertunjukan secara langsung dilapangan. Hasil penelitian ini
adalah: Pertama, Budaya ngarot pada perkembangan kemudian bukan lagi
sebatas perayaan komunal menandai awal musim tanam, atau sekedar ajang
pertemuan kasinoman bujang cawene, tetapi perayaan ngarot merupakan alat
mobilisasi massa sekaligus mengukuhkan kembali peran-peran politis elite
berlabel budaya, tradisi, Negara, dan atau ambisi-ambisi pribadi. Kedua,
Pertunjukan topeng dalam upacara Ngarot berfungsi sebagai sarana tradisi
dalam pemujaan leluhur. Namun perubahan frekwensi kehadiran pada
upacara ngarot tersebut tampaknya menurun, karena tanggapan terhadap
pemujaannya itu sendiri memudar. Pertunjukan tersebut tidak dianggap lagi
sebagai penyajian kepada roh-roh halus, tetapi sebagai unsur hiburan biasa
bagi manusia, sehingga dalam pertunjukannya pun tidak terikat oleh
keharusan yang baku, tetapi lebih didasarkan kepada selera masyarakatnya,
Ketiga, Topeng Indramayu tengah mengalami suatu tingkat kemunduran
dalam kehadirannya di Masyarakat, dikarenakan nilai apresiasi masyarakat
terhadap pertunjukan itu kini semakin berkurang, sehingga para
penggarapnya sebahagian tampaknya. telah menanggalkan profesinya untuk
kemudian berpindah haluan pada bidang kehidupan lain, yang dianggap
minimal dapat memenuhi pokok hidupnya, Di samping itu tokoh-tokoh
penggarap tari topeng yang menguasai nilai dan norma budaya itu, kini
terbatas dikalangan sejumlah kecil dari golongan yang usiannya telah lanjut.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






