<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8924">
 <titleInfo>
  <title>KOLABORASI DALAM PENETAPAN UPAH MINIMUM DI KABUPATEN BANDUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elisa Susanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,;363 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menjelaskan mengenai kolaborasi dalam penetapan upah minimum &#13;
di Kabupaten Bandung yang belum efektif Permasalahan dalam penetapan upah &#13;
minimum di Kabupaten Bandung adalah tidak tercapai consensus, sehingga tujuan &#13;
dari penetapan upah minimum belum tercapai. Terdapat pekerja yang dibayar tidak &#13;
sesuai dengan ketentuan upah minimum. Demikian juga dari si si perkembangan &#13;
dunia usaha, yaitu terdapat penurunan laju pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini &#13;
jarang dilakukan, dimana peneliti menganalisis penetapan upah minimum dari segi &#13;
interaksi yang terjadi antara berbagai pihak untuk mencapai konsensus dalam &#13;
pengambilan keputusan. Konsep yang digunakan sebagai pedoman dalam penelitian &#13;
ini adalah collaborative governance. Dikemukakan oleh AnselI dan Gash (2007) &#13;
bahwa collaborative process sebagai inti dari model collaborative governance, dan &#13;
terdapat tiga elemen lain sebagai context dari proses kolaborasi (yaitu starting &#13;
conditions, facilitate leadership dan institutional design). Model ini digunakan untuk &#13;
menganalisis kolaborasi yang belum efektif melalui aspek outcome. Alasan pemilihan &#13;
konsep ini berdasar pada permasalahan penelitian, dimana aspek outcome, &#13;
collaborative process dan context dari proses kolaborasi dapat dijadikan pedoman &#13;
dalam mendeskripsikan kolaborasi yang terjadi. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif. Hal ini &#13;
didasarkan pada perumusan masalah, yang menuntut peneliti untuk melakukan &#13;
eksplorasi mengenai berbagai aspek di balik fenomena tentang penetapan upah &#13;
minimum. Metode kualitatif juga merupakan sarana untuk memahami individu atau &#13;
kelompok mengenai makna dari masalah social. Sehingga dari metode kualitatif ini &#13;
akan diperoleh persepsi dan pengalaman informan. Informan dalam penelitian ini &#13;
adalah anggota Dewan Pengupahan, pengusaha sector industry, serikat pekerja/serikat &#13;
buruh, dan pekerja sector industry di Kabupaten Bandung. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dalam penetapan upah minimum &#13;
di Kabupaten Bandung belum efektif karena terkait dengan proses kolaborasi dan &#13;
context dari proses kolaborasi. Dalam proses kolaborasi, kurang terdapat komitment &#13;
dan pemahaman bersama dalam penetapan nilai upah minimum (UMK) sehingga &#13;
sulit tercapai consensus. Dalam context dari proses kolaborasi, kondisi &#13;
ketidakseimbangan dan sejarah penetapan upah minimum berdampak kepada &#13;
penetapan upah minimum. Demikian juga, partisipasi dari serikat pekerjalserikat &#13;
buruh menjadi inklusif, yang terkait dengan keterwakilan. Temuan dalam penelitian &#13;
ini adalah model kontingensi dari kolaborasi yang terkait dengan uncertainty, &#13;
information asymmetry, collective action, spatial interaction dan institutional &#13;
barriers. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Susanti Elisa</note>
 <subject authority="">
  <topic>kolaborasi, collaborative governance, ketidakpasti</topic>
 </subject>
 <classification>351 Eli k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>351 Eli k/R.17.295.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0837</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8924</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-11 14:46:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>