Detail Cantuman

Image of PENGARUH EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN TEBU RAKYAT TERHADAP KINERJA PENGUATAN MODAL USAHA KELOMPOK MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TEBU DI KABUPATEN CIREBON DAN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT

 

PENGARUH EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN TEBU RAKYAT TERHADAP KINERJA PENGUATAN MODAL USAHA KELOMPOK MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TEBU DI KABUPATEN CIREBON DAN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT


Kebijakan pengembangan tebu rakyat merupakan salah satu program Pemerintah
di bidang perkebunan yang bertujuan meningkatkan produktivitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0827Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 Dud p/R.17.290.2
    Penerbit Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;191 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 Dud p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kebijakan pengembangan tebu rakyat merupakan salah satu program Pemerintah
    di bidang perkebunan yang bertujuan meningkatkan produktivitas gula untuk mendukung
    swasembada gula nasional. Kebijakan ini telah dimulai Tahun 2003 melalui Proyek
    Pengembangan Tebu pola bantuan sosial dengan pendekatan perguliran penguatan modal
    usaha kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan tidak efektif dalam menggali sumber
    pembiayaan penguatan modal usaha ke\ompok tersebut. Hal ini disebabkan oleh
    rendahnya produktivitas tebu akibat pengelolaan usaha pengembangan tebu yang tidak
    menguntungkan disebabkan pendekatannya tidak konfrehensif hanya fokus di on farm.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besamya pengaruh evaluasi kebijakan
    pengembangan tebu rakyat terhadap kinerja penguatan modal usaha ke\ompok melalui
    peningkatan produktivitas tebu. Dengan metode penelitian campuran (mix method),
    penelitian ini berusaha menjelaskan evaluasi kebijakan pengembangan tebu rakyat
    dengan menggunakan Teori Evaluasi Kebijakan dari Bardach yang terdiri dari 4 (empat)
    dimensi yaitu kelayakan teknis, kelayakan ekonomi dan finansial, kelayakan politik, dan
    kelayakan administratif. Selain itu menjelaskan kinerja penguatan modal usaha
    kelompok dengan menggunakan teori dari Abdul Basyid yang terdiri dari 5 (Iima)
    dimensi yaitu peningkatan modal usaha, peningkatan produksi, perkembangan usaha,
    kemandirian kelompok, dan pertumbuhan lembaga-Iembaga ekonomi pedesaan.

    Dengan metode campuran, instrument penelitian berupa kuesioner disebarkan
    kepada 335 orang responden dan wawancara kepada informan kunci yaitu para evaluator
    dan pelaksana kebijakan pengembangan tebu rakyat diperoleh data kuantitatif dan diuji
    dengan menggunakan Analisis Structural Equation Modeling (SEM) dan hasil wawancara
    secara kualitatif dideskripsikan dan diambil dimakna menjadi konsep baru sebagai salah
    satu bahan untuk merumuskan kebijakan barn di masa yang akan datang. Hasil penelitian
    menunjukkan besamya pengaruh evaluasi kebijakan pengembangan tebu rakyat terhadap
    kinerja penguatan modal usaha kelompok di Kabupaten Cirebon dan Majalengka Provinsi
    Jawa Barat ditentukan oleh peningkatan produktivitas tebu, dan didukung secara
    signifikan oleh daya dukung administratif, di lain sisi dimensi kelayakan ekonomi dan
    finansial sebagai salah satu dimensi evaluasi kebijakan yang mempunyai nilai koefisiensi
    jalur yang paling rendah dibanding dimensi lainnya yaitu kelayakan teknis dan daya
    dukung politis. Hal ini disebabkan biaya untukpelaksanaan pengembangan tebu tidak
    sesuai dengan kebutuhan standar teknis yang ditentukan.

    Konsep baru sebagai pengembangan Teori Bardach bahwa daya dukung politik
    baik di tatanan legislatif (politis) maupun di tatanan eksekutif (birokrat) perlu dirumuskan
    kebijakan peningkatan unit cost pengembangan tebu yang mempunyai kriteria layak
    teknis dan mempunyai daya dukung adminitartif, dan tidak hanya fokus kepada
    pemenuhan kebutuhan on farm tetapi perlu pemenuhan kebutuhan off farm berupa
    prasarana dan sarana pengolahan tebu di pabrik gula agar hasil implementasinya
    diperoleh produktivitas tebu yang menguntungkan dan sebagian keuntungannya dapat
    bergulir menjadi penguatan modal usaha kelompok di Koperasi Petani Tebu Rakyat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi