<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8919">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN TEBU RAKYAT TERHADAP KINERJA PENGUATAN MODAL USAHA KELOMPOK MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TEBU DI KABUPATEN CIREBON DAN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DUDUNG AHMAD SUGANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;191 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebijakan pengembangan tebu rakyat merupakan salah satu program Pemerintah &#13;
di bidang perkebunan yang bertujuan meningkatkan produktivitas gula untuk mendukung &#13;
swasembada gula nasional. Kebijakan ini telah dimulai Tahun 2003 melalui Proyek &#13;
Pengembangan Tebu pola bantuan sosial dengan pendekatan perguliran penguatan modal &#13;
usaha kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan tidak efektif dalam menggali sumber &#13;
pembiayaan penguatan modal usaha ke\ompok tersebut. Hal ini disebabkan oleh &#13;
rendahnya produktivitas tebu akibat pengelolaan usaha pengembangan tebu yang tidak &#13;
menguntungkan disebabkan pendekatannya tidak konfrehensif hanya fokus di on farm. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besamya pengaruh evaluasi kebijakan &#13;
pengembangan tebu rakyat terhadap kinerja penguatan modal usaha ke\ompok melalui &#13;
peningkatan produktivitas tebu. Dengan metode penelitian campuran (mix method), &#13;
penelitian ini berusaha menjelaskan evaluasi kebijakan pengembangan tebu rakyat &#13;
dengan menggunakan Teori Evaluasi Kebijakan dari Bardach yang terdiri dari 4 (empat) &#13;
dimensi yaitu kelayakan teknis, kelayakan ekonomi dan finansial, kelayakan politik, dan &#13;
kelayakan administratif. Selain itu menjelaskan kinerja penguatan modal usaha &#13;
kelompok dengan menggunakan teori dari Abdul Basyid yang terdiri dari 5 (Iima) &#13;
dimensi yaitu peningkatan modal usaha, peningkatan produksi, perkembangan usaha, &#13;
kemandirian kelompok, dan pertumbuhan lembaga-Iembaga ekonomi pedesaan. &#13;
&#13;
Dengan metode campuran, instrument penelitian berupa kuesioner disebarkan &#13;
kepada 335 orang responden dan wawancara kepada informan kunci yaitu para evaluator &#13;
dan pelaksana kebijakan pengembangan tebu rakyat diperoleh data kuantitatif dan diuji &#13;
dengan menggunakan Analisis Structural Equation Modeling (SEM) dan hasil wawancara &#13;
secara kualitatif dideskripsikan dan diambil dimakna menjadi konsep baru sebagai salah &#13;
satu bahan untuk merumuskan kebijakan barn di masa yang akan datang. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan besamya pengaruh evaluasi kebijakan pengembangan tebu rakyat terhadap &#13;
kinerja penguatan modal usaha kelompok di Kabupaten Cirebon dan Majalengka Provinsi &#13;
Jawa Barat ditentukan oleh peningkatan produktivitas tebu, dan didukung secara &#13;
signifikan oleh daya dukung administratif, di lain sisi dimensi kelayakan ekonomi dan &#13;
finansial sebagai salah satu dimensi evaluasi kebijakan yang mempunyai nilai koefisiensi &#13;
jalur yang paling rendah dibanding dimensi lainnya yaitu kelayakan teknis dan daya &#13;
dukung politis. Hal ini disebabkan biaya untukpelaksanaan pengembangan tebu tidak &#13;
sesuai dengan kebutuhan standar teknis yang ditentukan. &#13;
&#13;
Konsep baru sebagai pengembangan Teori Bardach bahwa daya dukung politik &#13;
baik di tatanan legislatif (politis) maupun di tatanan eksekutif (birokrat) perlu dirumuskan &#13;
kebijakan peningkatan unit cost pengembangan tebu yang mempunyai kriteria layak &#13;
teknis dan mempunyai daya dukung adminitartif, dan tidak hanya fokus kepada &#13;
pemenuhan kebutuhan on farm tetapi perlu pemenuhan kebutuhan off farm berupa &#13;
prasarana dan sarana pengolahan tebu di pabrik gula agar hasil implementasinya &#13;
diperoleh produktivitas tebu yang menguntungkan dan sebagian keuntungannya dapat &#13;
bergulir menjadi penguatan modal usaha kelompok di Koperasi Petani Tebu Rakyat. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">SUGANDA DUDUNG AHMAD</note>
 <subject authority="">
  <topic>Evaluasi Kebijakan, Pengembangan Tebu Rakyat, Daya</topic>
 </subject>
 <classification>351 Dud p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>351 Dud p/R.17.290.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0827</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8919</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-12 11:54:37</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>