Detail Cantuman

Image of IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OPEN SOURCE SOFTWARE DI KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI

 

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OPEN SOURCE SOFTWARE DI KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan
masyarakat tidak akan terhindarkan dalam kehidupan saat ini. Teknologi informasi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0805Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 Har i/R.17.304.1
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;254 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 Har i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan
    masyarakat tidak akan terhindarkan dalam kehidupan saat ini. Teknologi informasi
    merupakan sarana dalam mempermudah pekerjaan sehingga mampu mendorong
    kemampuan berkomunikasi antar pribadi, kelompok dan negara serta mampu
    meningkatkan perekonomian. Dalam mengadopsi atau menggunakan teknologi
    tentunya harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan
    permasalahan yang akan mengganggu hak orang lain. Indonesia merupakan
    negara yang termasuk dalam daftar 10 besar di dunia dan tertinggi di antara
    negara-negara di Asia Tenggara.

    Untuk menjawab permasalahan bidang teknologi informasi dalam
    implementasi kebijakan open source software, Kementerian Riset dan Teknologi
    melakukan diseminasi ke beberapa lokasi yaitu pemerintah daerah, perguruan
    tinggi dan usaha kecil menengah untuk mendorong kemandirian bangsa. Adapun
    teori yang digunakan sebagai dasar penelitian adalah teori Donald S. Van Meter
    dan Carl E. Van Horn dengan variabel ukurnya adalah ukuran-ukuran dasar dan
    tujuan-tujuan kebijakan, sumberdaya, karakteristik badan-badan pelaksana,
    komunikasi antar organisasi dan kegiatan-kegiatan pelaksana, kondisi lingkungan
    ekonomi, sosial dan politik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam proses
    implementasi dan dampak kebijakan.

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
    kualitatif, dimana instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri.
    Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder yang
    berkaitan dengan situasi dan kondisi empiris implementasi kebijakan open source
    software Kementerian Riset dan Teknologi, baik yang ditemukan di lapangan,
    maupun yang dianalisis dengan data sekunder, sedangkan untuk teknik
    pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara mendalam dan studi
    dokumentasi.

    Hasil penelitian di lapangan ditemukan bahwa implementasi kebijakan
    open source software Kementerian Riset dan Teknologi belum mampu
    mendorong secara penuh dalam kemandirian bidang Teknologi Informasi dan
    Komunikasi. Hal ini karena belum adanya unsur insentif yang cukup, kematangan
    teknologi serta keterpaduan dari ukuran-ukuran dasar dan tujuan-tujuan
    kebijakan yang jelas, sumberdaya, karakteristik badan-badan pelaksana,
    komunikasi antar organisasi dan kegiatan-kegiatan pelaksana, kondisi lingkungan
    ekonomi, sosial dan politik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi