
Text
Evaluasi Penggunaan Obat Tuberkulosis diempat Puskesmas Kabupaten Sumedang.
Telah dilakukan evaluasi penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) di empat Puskesmas Kabupaten Sumedang pada penderita rawat jalan secara retrospektif ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021021000068 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 1265Penerbit : ., 2002 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 1265Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Telah dilakukan evaluasi penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) di empat Puskesmas Kabupaten Sumedang pada penderita rawat jalan secara retrospektif dari bulan Januari hingga Desember, tahun 2001. Evalusi penggunaan obat anti tuberkulosis ini didasarkan pada kriteria yang telah dibuat terlebih dahulu, yang terdiri dari indikasi, dosis, rute pemberian, efek samping, kontra indikasi, peringatan, dan interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat anti tuberkulosis yang digunakan untuk pengobatan sesuai dengan kriteria dari WHO (World Health Organization) dan IUATLD (International Union Against Tuberculosis and Lung Disease) dan Penggunaan terbanyak obat anti tuberkulosis adalah oral dan tablet. Pengkombinasian tiga obat anti tuberkulosis antara isoniazid-rifampisin-pirazinamid terhadap jumlah penderita di empat puskesmas sebesar 68,33 %, isoniazid-rifampisin-etambutol terhadap jumlah penderita di empat puskesmas sebesar 31,67 %. Sedangkan kombinasi dua obat anti tuberkulosis antara isoniazid-parasetamol terhadap jumlah penderita di empat puskesmas sebesar 11,84 %, isoniazid-vitamin B6 terhadap jumlah penderita di empat puskesmas sebesar 10,20 %. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






