Detail Cantuman

Image of TRANSFORMASI BIROKRASI DALAM  PELAYANAN PERIZINAN PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU  KABUPATEN ACEH UTARA

 

TRANSFORMASI BIROKRASI DALAM PELAYANAN PERIZINAN PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN ACEH UTARA


TRANSFORMASI BIROKRASI DALAM PELAY ANAN PERIZINAN
PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU
KABUPATEN ACEHUTARA"

Secara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0785Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 Mur t/R.17.340.1
    Penerbit Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;326 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 Mur t
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • TRANSFORMASI BIROKRASI DALAM PELAY ANAN PERIZINAN
    PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU
    KABUPATEN ACEHUTARA"

    Secara umum, pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada
    masyarakatnya masih jauh dari yang diharapkan walaupun reformasi telah
    berlangsung lama. Untuk memberikan pelayanan publik yang prima maka
    perubahan dan pembaruan dalam birokrasi pemerintahan daerah tidak
    terhindarkan lagi. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah melakukan terobosan
    dengan membentuk Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu sejak tahun 2010. Walau
    demikian, terobosan tersebut belum menghasilkan perubahan yang dramatis pada
    aparat birokrasi dalam melakukan pekerjaannya. Hal ini dapat dilihat dari masih
    lamanya waktu yang diperlukan, biaya yang masih relatif tinggi, belum adanya
    standar pelayanan minimal serta standar prosedur proses perizinan. Ini
    menunjukkan bahwa proses transformasi pelayanan perizinan masih belum
    berj alan seperti yang diharapkan.

    Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif eksploratif
    dengan mempergunakan pendekatan kualitatif. Dengan desain tersebut
    peneliti semakin dapat mendalami permasalahan yang diangkat karena
    senantiasa terlibat secara langsung (participant observation) dalam
    penelitian tersebut sekaligus menghindari terjadinya spekulasi dan rekayasa data
    atas masalah penelitian sehingga data yang diperoleh benar-benar valid dan dapat
    dipercaya. Informan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 14 (empat
    belas) orang yang berkompeten dalam memberikan informasi tentang proses
    transformasi.

    Transformasi birokrasi pelayanan perizinan di Kabupaten Aceh Utara telah
    berjalan dengan terbentuknya kantor pelayanan perizinan terpadu (KP2T). Proses
    transforrnasi birokrasi ini masih mengalami kendala yang disebabkan oleh
    kurangnya keterlibatan lansung pimpinan puncak serta kredibilitas tim pemimpin
    pembaruan/tim pemandu proses transformasi birokrasi, masih belum adanya visi
    dan misi yang seharusnya memandu organisasi dalam melaksanakan tugas yang
    diembannya, masih kuatnya perilaku dan budaya patemalistik dan ewuh pakewuh
    diantara para pimpinan perubahan, serta belum dikembangkannya solusi teknologi
    inforrnasi yang terintegrasi untuk mengakselerasi terjadinya perubahan yang
    trasnformasional didalam kantor tersebut.

    Proses transforrnasi birokrasi dalam pelayanan perizinan dapat berjalan
    optimal ditentukan oleh (1) faktor ekstemal organisasi; (2) peran aktif pimpinan
    organisasi; (3) kejelasan visi, misi dan strategi organisasi (4) budaya organisasi
    dan (5) penggunaan solusi teknologi informasi yang tepat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi