TRANSFORMASI BIROKRASI DALAM PELAYANAN PERIZINAN PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN ACEH UTARA
TRANSFORMASI BIROKRASI DALAM PELAY ANAN PERIZINAN
PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU
KABUPATEN ACEHUTARA"
Secara ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0785 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Mur t/R.17.340.1Penerbit Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xvii,;326 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Mur tTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab A. Murtala -
TRANSFORMASI BIROKRASI DALAM PELAY ANAN PERIZINAN
PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU
KABUPATEN ACEHUTARA"
Secara umum, pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada
masyarakatnya masih jauh dari yang diharapkan walaupun reformasi telah
berlangsung lama. Untuk memberikan pelayanan publik yang prima maka
perubahan dan pembaruan dalam birokrasi pemerintahan daerah tidak
terhindarkan lagi. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah melakukan terobosan
dengan membentuk Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu sejak tahun 2010. Walau
demikian, terobosan tersebut belum menghasilkan perubahan yang dramatis pada
aparat birokrasi dalam melakukan pekerjaannya. Hal ini dapat dilihat dari masih
lamanya waktu yang diperlukan, biaya yang masih relatif tinggi, belum adanya
standar pelayanan minimal serta standar prosedur proses perizinan. Ini
menunjukkan bahwa proses transformasi pelayanan perizinan masih belum
berj alan seperti yang diharapkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif eksploratif
dengan mempergunakan pendekatan kualitatif. Dengan desain tersebut
peneliti semakin dapat mendalami permasalahan yang diangkat karena
senantiasa terlibat secara langsung (participant observation) dalam
penelitian tersebut sekaligus menghindari terjadinya spekulasi dan rekayasa data
atas masalah penelitian sehingga data yang diperoleh benar-benar valid dan dapat
dipercaya. Informan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 14 (empat
belas) orang yang berkompeten dalam memberikan informasi tentang proses
transformasi.
Transformasi birokrasi pelayanan perizinan di Kabupaten Aceh Utara telah
berjalan dengan terbentuknya kantor pelayanan perizinan terpadu (KP2T). Proses
transforrnasi birokrasi ini masih mengalami kendala yang disebabkan oleh
kurangnya keterlibatan lansung pimpinan puncak serta kredibilitas tim pemimpin
pembaruan/tim pemandu proses transformasi birokrasi, masih belum adanya visi
dan misi yang seharusnya memandu organisasi dalam melaksanakan tugas yang
diembannya, masih kuatnya perilaku dan budaya patemalistik dan ewuh pakewuh
diantara para pimpinan perubahan, serta belum dikembangkannya solusi teknologi
inforrnasi yang terintegrasi untuk mengakselerasi terjadinya perubahan yang
trasnformasional didalam kantor tersebut.
Proses transforrnasi birokrasi dalam pelayanan perizinan dapat berjalan
optimal ditentukan oleh (1) faktor ekstemal organisasi; (2) peran aktif pimpinan
organisasi; (3) kejelasan visi, misi dan strategi organisasi (4) budaya organisasi
dan (5) penggunaan solusi teknologi informasi yang tepat. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






