<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8875">
 <titleInfo>
  <title>PENINGKATAN KELARUTAN, DISOLUSI DAN KETERSEDIAAN HAYATI KALSIUM ATORVASTATIN DENGAN METODE KO-KRISTALISASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dolih Gozali</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>program doktor Ilmu Kimia</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;115 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Atorvastatin kalsium adalah . golongan obat yang berfungsi sebagai inhibitor &#13;
HMG-CoA reduktase, yaitu senyawa yang dapat menghambat konversi enzim &#13;
HMG-CoA reduktase menjadi mevalonat sehingga menghambat pembentukan &#13;
kolesterol. Atorvastatin kalsium tergo long ke dalam bahan aktif farmasi (BAF) &#13;
kelas dua berdasarkan Biopharmaceutics Classification System (BCS), yang &#13;
artinya bahwa BAF tersebut memiliki kelarutan yang rendah tetapi memiliki sifat &#13;
permeabilitas yang tinggi. Kelarutan obat yang rendah dapat mempengaruhi &#13;
ketersediaan hayati obat, karena tingkat kelarutan obat dalam saluran cema &#13;
merupakan faktor yang paling penting untuk tercapainya kadar obat optimum &#13;
dalam sistem sistemik tubuh. Kelarutan kalsium atorvastatin yang praktis tidak &#13;
larut dalam air menyebabkan laju disolusi menjadi faktor pembatas untuk laju &#13;
penyerapan obat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan, laju &#13;
disolusi dan ketersediaan hayati kalsium atorvastatin dengan menggunakan &#13;
metode ko-kristalisasi, solvent drop grinding dengan pemilihan koformemya &#13;
menggunakan cara in silico. Hasil kajian in silico menunjukkan interaksi &#13;
atorvastatin-aspartam menghasilkan energi ikatan yang paling kecil (E = -4,70 &#13;
kkal/mol). Proses ko-kristalisasi kalsium atorvastatin-aspartam dibuat dengan &#13;
metode solvent drop grinding, kalsium atorvastatin dan koformer (aspartam) &#13;
masing-masing dengan ratio 1: 1 ekimolar selama grinding 15 menit sambil &#13;
ditambahkan sejumlah kecil metanol. Ko-kristal dikarakterisasi menggunakan &#13;
difraksi sinar-X, differential scanning calorimetry (DSC), spektroskopi &#13;
inframerah, mikroskop polarisasi, scanning microscope electron (SEM), hasilnya &#13;
memperlihatkan campuran antara kristal dan amorf. Hasil uji kelarutan dalam air &#13;
dari ko-kristal kalsium atorvastatin-aspartam meningkat sekitar 268,16% lebih &#13;
tinggi daripada kalsium atorvastatin muminya. Hasil dari uji disolusi terbanding &#13;
pada menit ke-30 dalam media air, dapar klorida pH 1,2; dapar asetat pH 4,5 dan &#13;
dapar fosfat pH 6,8 memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Pengujian &#13;
ketersediaan hayati dilakukan dari suspensi encer yang mengandung kalsium &#13;
atorvastatin, dan campuran antara kristal dan amorf kalsium atorvastatin­ &#13;
aspartam (setara dengan 20 mg kalsium atorvastatin) diberikan pada dua &#13;
kelompok tikus terdiri atas 6 ekor. Sampel darah masing-masing kelompok &#13;
pengujian diambil pada waktu 0; 0,5; 1; 2; 4; 5; 6; 7;8; dan 10 jam setelah &#13;
pemberian obat. Kadar kalsium atorvastatin dalam plasma dianalisis dengan &#13;
KCKT. Kemudian, dihitung AUC, t.maks dan c.maks. Hasil pengujian &#13;
ketersediaan hayati relatif campuran antara kristal dan amorfkalsium atorvastatin­ &#13;
aspartam (1 : 1) yang dibuat dengan metode solvent drop grinding dapat &#13;
meningkatkan ketersediaan hayati relatif hingga 150% lebih tinggi dibandingkan &#13;
dengan kalsium atorvastatin mumi.</note>
 <note type="statement of responsibility">Gozali Dolih</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kalsium atorvastatin, in silico, ko-kristalisasi, </topic>
 </subject>
 <classification>540 Dol p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>540 Dol p/R.14.10.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0777</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8875</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-06 08:49:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>