Detail Cantuman

Image of PRODUKTIVITAS PETERNAKAN SAPI PERAH PADA AGROEKOSISTEM YANG BERBEDA (SURVEY PADA PETERNAKAN SAPI PERAH  DI WILAYAH KERJA KUD BAYONGBONG KABUPATEN GARUT)

 

PRODUKTIVITAS PETERNAKAN SAPI PERAH PADA AGROEKOSISTEM YANG BERBEDA (SURVEY PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DI WILAYAH KERJA KUD BAYONGBONG KABUPATEN GARUT)


Penelitian ini adalah mengenai produktivitas petemakan sapi perah pada
agroekosistem yang berbeda di Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007330636.3 Ten pPerpustakaan Pusat (Referensi kls 600 Rak. 20.18.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    636.3 Ten p
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,; 193 hlm,; Ill,; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    200130110002
    Klasifikasi
    636.3 Ten p / R. 20.18.1
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Disertasi
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini adalah mengenai produktivitas petemakan sapi perah pada
    agroekosistem yang berbeda di Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
    : (1) Mengkaji pengaruh perbedaan agroekosistem terhadap karakteristik perilaku
    dan perfonna temak : Konsumsi pakan, bobot badan dan tatalaksana pemeliharaan
    sapi perah, serta produktivitas temak, (2) Menganalisis secara simultan pengaruh
    konsumsi hijauan, konsumsi konsentrat, bobot badan, umur sapi perah dan
    tatalaksana petemakan terhadap produksi susu pada ketiga agroekosistem, (3)
    Menganalisis secara parsial konsumsi hijauan, konsumsi konsentrat, bobot badan,
    umur sapi perah dan tatalaksana peternakan terhadap produksi susu pada ketiga
    agroekosistem, (4) Membandingkan tingkat efisiensi dan kelayakan usaha petemakan
    sapi perah pada ketiga agroekosistem.

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penentuan
    lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Pengamatan dilakukan terhadap 208
    petemak dan 308 induk sapi perah yang tersebar di ketiga agroekosistem, yaitu Desa
    Lebakjaya Kecamatan Karangpawitan mewakili agroekosistem sawah tadah hujan
    dan lahan kering (AES LK-STH). Desa Cintanagara Kecamatan Cigedug mewakili
    agroekosistem didominasi sawah irigasi dan lahan kering (AES LK-SI), dan Desa
    PamaJayan Kecamatan Bayongbong yang beragroekosistem lahan kering dan berada
    di atau berbatasan dengan hutan (AES LK-Hutan).

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Produktivitas yang terdiri atas : (a)
    Pertumbuhan pedet betina di AES LK-SI dan AES LK-Hutan lebih baik (P
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi