<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8864">
 <titleInfo>
  <title>SENYAWA FLAVONOID YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI DAUN  Kalanchoe  tomentosa DAN Kalanchoe  prolifera</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lilis Siti Aisyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>program doktor Ilmu Kimia</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii,;116 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kalanchoe merupakan salah satu genus utama pada famili Crassulaceae selain genus &#13;
Crassula dan Sedum. Genus Kalanchoe memiliki 125 spesies yang terdistribusi luas &#13;
di Amerika, Madagaskar, Cina, dan Indonesia. Tanaman Kalanchoe menunjukkan &#13;
aktivitas biologis yang beragam, antara lain sebagai anti-inflamasi, sitotoksik, &#13;
antioksidan, analgesik, antimikroba, antihiperglikemik, insektisidal, dan larvasidal. &#13;
Studi fitokimia terhadap tanaman Kalanchoe dilaporkan adanya kandungan senyawa &#13;
flavonoid, flavonoid glikosida, antosianin, kumarin, bufadienolida, triterpenoid, dan &#13;
sterol. Senyawa flavonoid dari tanaman Kalanchoe telah diketahui memiliki aktivitas &#13;
antibakteri, namun yang beraktivitas terhadap bakteri penyakit gigi dan mulut (bakteri &#13;
Gram positif Streptococcus mutans dan Enterococcus faecalis serta Gram negatif &#13;
Escheria coli) dari tanaman K. tomentosa dan K. prolifera belum pemah dilaporkan &#13;
sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa flavonoid dari daun &#13;
K. tomentosa dan K. prolifera serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri &#13;
S. mutans, E. faecalis, dan E. coli. Daun segar dari masing-masing tanaman &#13;
K. tomentosa dan K. prolifera diekstraksi dengan metanol pada temperatur kamar. &#13;
Ekstrak metanol yang diperoleh dipekatkan pada tekanan rendah dan dipartisi berturut­ &#13;
turut dengan n-heksana, etil asetat dan n-butanol. Masing-masing ekstrak yang &#13;
diperoleh diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. mutans, E. faecalis, dan E. coli &#13;
diperoleh hasil bahwa ekstrak etil asetat dari tanaman K. tomentosa dan K. prolifera &#13;
menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap S. mutans dan E. faecalis, &#13;
sedangkan ekstrak n-heksana menunjukkan aktivitas yang rendah terhadap E. coli. &#13;
Ekstrak etil asetat dari tanarnan K. tomentosa dan K. prolifera dipisahkan senyawanya &#13;
dengan berbagai teknik kromatografi pada fasa diam silika gel dan ODS dihasilkan &#13;
senyawa 1-6. Struktur kimia senyawa 1-6 dielusidasi berdasarkan data-data &#13;
spektroskopi dan perbandingan dengan data spektra yang diperoleh dari literatur dan &#13;
diidentifikasi sebagai kaempferol (1), kaempferol-3-0-P-D-glukosa atau astragalin &#13;
(2), kaempferol-3-0-a-L-ramnosa atau afzelin (3), kuersetin (4), kuersetin-3-0-p-D­ &#13;
glukosil-d-Lsglukosa (5), dan kuersetin-3-0-p-D-glukosil-p-L-ramnosa (6). Senyawa &#13;
1- 3, diperoleh dari daun K. tomentosa, dan 4-6, diperoleh dari daun K. prolifera. &#13;
Senyawa 1-6 merupakan senyawa flavonoid yang baru pertama kali diisolasi dari &#13;
kedua spesies tersebut. Diantara keenam senyawa tersebut, senyawa 2 menunjukkan &#13;
aktivitas antibakteri terkuat terhadap bakteri Gram positif S. mutans dengan zona &#13;
hambat sebesar 10,2 mm, sedangkan senyawa 3 mempunyai aktivitas sedang terhadap &#13;
E.faecalis dengan zona hambat 9,6 mm. Keberadaan unit glukosa yang mengandung &#13;
gugus hidroksil pada senyawa 2 berperan dalam aktivitas antibakteri terhadap bakteri &#13;
S. mutans, sedangkan pada senyawa 3 gugus yang berperan memberikan aktivitas &#13;
antibakteri terhadap bakteri E. faecal is adalah adanya unit ramnosida yang &#13;
mengandung gugus metil. Senyawa 1-6 tidak memberikan aktivitas antibakteri &#13;
terhadap bakteri Gram negatif E. coli, ditandai dengan tidak terbentuknya zona &#13;
hambat. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Aisyah Lilis Siti</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kalanchoe tomentosa, Kalanchoe prolifera, Aktivita</topic>
 </subject>
 <classification>540 Lil s</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>540 Lil s/R.14.15.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0766</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8864</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-06 08:57:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>