Detail Cantuman

Image of Wacana Wifiq Dalam Kitab Al Aufaq Karya Imam Al Ghazali : kajian Struktur Dan Pragmatik

 

Wacana Wifiq Dalam Kitab Al Aufaq Karya Imam Al Ghazali : kajian Struktur Dan Pragmatik


Disertasi ini bezjudul "Wacana Wifiq dalam Kitab Al Aufoq Karya Imam
Al Ghazali: Kajian Struktur dan Pragmatik". Penelitian ini mengkaji ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0765Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    400 Muh w/R.18.16.8
    Penerbit program doktor pasca sarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;245 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    400 Muh w
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi ini bezjudul "Wacana Wifiq dalam Kitab Al Aufoq Karya Imam
    Al Ghazali: Kajian Struktur dan Pragmatik". Penelitian ini mengkaji wacana Wifiq
    ditinjau dari struktur dan pragmatik yang difokuskan pada (1) jenis wacana Wifiq,
    (2) unsur linguistik dalam struktur wacana Wifiq, dan (3) maksud yang terdapat
    dalarn wacana Wifiq. Adapun metode yang digunakan dalarn penelitian ini adalah
    metode deskriptif dengan metode simak dan metode catat dengan sumber data
    kitab At Aufaq Imam AI Ghazali.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) wacana wifiq memiliki tiga jenis,
    yaitu wifiq kotak, wifiq teks, dan wifiq garnbar dengan struktur sebagai berikut: (1)
    struktur wacana wifiq kotak, yaitu ( a) berstruktur angka, (b) berstruktur huruf, ( c)
    berstruktur angka dan huruf, (d) berstruktur angka dan kata, (e) berstruktur kode,
    dan (t) berstruktur angka dan simbol, (2) struktur wacana wifiq garnbar, yaitu (a)
    abstraksi berdasarkan ayat Alquran, (b) abstraksi berdasarkan huruf, (c) abstraksi
    berdasarkan kata dan ayat, dan (d) angka, huruf, kata, dan ayat Alquran, dan (3)
    struktur wacana wifiq teks, yaitu (a) struktur berdasarkan ayat Alquran, (b)
    struktur berdasarkan penggaIan ayat Alquran, (c) struktur berdasarkan gabungan
    ayat dan ayat, (d) struktur berdasarkan ayat dan penggalan ayat, (e) struktur
    berdasarkan gabungan penggalan ayat dan penggalan ayat, (t) struktur
    berdasarkan penggalan ayat dan bukan Alquran, dan (g) struktur berdasarkan
    bukan Alquran. Sebagai bentuk model penulisan dan pembacaan wacana wifiq
    terdapat beberapa hal, yaitu model penulisan bersarnbung dan terpisah, dan model
    pembacaan wacana wifiq intravisual dan ekstravisual. Pembacaan intravisual
    adaIah model pembacaan yang mengacu pada tulisan wifiq. Pembacaan
    ekstravisual adalah model pembacaan berdasarkan inferensi atau praduga dengan
    didasari pengetahuan, pengalarnan, dan wawasan. (2) Berdasarkan unsur-unsur
    struktur wacana wifiq terdapat enarn unsur untuk membentuk sebuah wacana
    wifiq, yaitu huruf, kata, teks, simbol, garnbar, dan angka. (3) Kandungan makna
    dan nilai yang terdapat pada wacana wifiq, berupa (a) makna filosofis, (b) makna
    huruf, (c) makna angka, (d) makna kata, (e) makna kalimat, (f) makna simbol, (g)
    makna kontekstual, (h) makna mistis, dan (i) makna spiritual. Kemudian
    kandungan nilai yang terdapat pada wacana wifiq, berupa: (a) nilai visual, (b) nilai
    religi, (c) nilai edukasi, (d) niiai budaya, (e) niiai nistoris, dan (f) nilai numerik.
    (4) Pendayagunaan wacana wifiq daIarn konteks terbagi menjadi tujuh bagian,
    yaitu (a) konteks po Iitik, yaitu sebuah permohonan yang yang bersifat po litis
    (mendapatkan kedudukan dalarn pemerintahan), (b) konteks kemanan, yaitu wifiq
    yang bersifat kearnanan dan keselarnatan, ( c) konteks sosial, yaitu wifiq yang
    digunakan dalarn konteks sosiaI (menarik simpati, menjaga keluarga), (d) konteks
    kesehatan, yaitu wifiq yang digunakan sebagai permohonan untuk mendapatkan
    kesehatan atau media pengobatan (e) konteks pertanian, yaitu wifiq yang

    - digunakan sebagai bentuk permohonan daIarn hal pertanian (menjaga pertanian
    dari harna), (t) konteks pendidikan, yaitu wifiq yang digunakan sebagai
    permohonan untuk mendapatkan kecerdasan, dan (g) konteks hukum, yaitu wifiq
    yang digunakan sebagai bentuk. perlindungan dalam peradilan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi