<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8861">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT ADAT ATAS HAK ULAYAT BERKAITAN DENGAN INVESTASI SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WILLIAM HENDRIK REBA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;345 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi ini menyajikan hasil penelitian tentang beberapa masalah &#13;
menyangkut perlindungan hukum masyarakat adat atas hak ulayat berkaitan &#13;
dengan investasi sumber daya alam pertambangan. T erdapat tiga masalah pokok &#13;
yang menjadi objek penelitian. Pertama, bagaimana kedudukan hukum hak ulayat &#13;
di daerah yang masih kuat hukurn adatnya yang digunakan sebagai lahan investasi &#13;
dikaitkan dengan hak menguasai oleh negara atas sumber daya alam dalam sistem &#13;
hukum di Indonesia? Kedua, bagaimana perlindungan hukum hak masyarakat adat &#13;
berdasarkan keadilan atas hak ulayat yang digunakan dalam pengembangan &#13;
investasi bidang sumber daya alam pertambangan di Indonesia? Ketiga, &#13;
bagaimana perspektif hak ulayat dikaitkan dengan hak masyarakat adat dalam &#13;
rangka pengembangan investasi bidang sumber daya pertambangan? &#13;
&#13;
Penelitian disertasi ini merupakan penelitian hukum nonnatif melalui &#13;
pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus dan komparatif. Analisis data &#13;
dilakukan dengan menggunakan metode yuridis kualitatif, dan disajikan secara &#13;
deskriptif Pendekatan hukum nonnatif digunakan dengan titik berat penafsiran &#13;
dan konstruksi hukum untuk mendapatkan kaidah-kaidah hukum, konsepsi­ &#13;
konsepsi, inventarisasi peraturan hukum serta penerapan teori-teori hukum dalam &#13;
menilai peluang hukum dan keadilan dalam memberikan perlindungan hukum &#13;
masyarakat adat atas hak ulayat berkaitan dengan investasi sumber daya alam &#13;
pertambangan. Pendekatan perundang-undangan dan konseptual digunakan untuk &#13;
mengetahui sejarah, konsistensi dan eksistensi keberadaan hukum masyarakat adat &#13;
atas hak ulayat dalam konteks investasi sumber daya alam pertambangan. &#13;
Pendekatan kasus dan perbandingan hukum dilakukan dengan cara menelaah &#13;
kasus yang terkait sengketa tanah hak masyarakat adat dalam investasi &#13;
pertambangan. &#13;
&#13;
Hasil peneIitian menunjukkan, konsep penguasaan negara atas bumi, air &#13;
dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya telah menjadi alat yang ampuh &#13;
menghilangkan kedaulatan masyarakat adat atas pengelolaan sumber daya alam. &#13;
Kemudian, beberapa ketentuan dalam UU Otonomi Khusus Papua menjelaskan &#13;
tentang bagaimana Pemerintah Provinsi . Papua hams memperhatikan hak &#13;
ulayat yang dimiliki oleh masyarakat adat Papua dalam melakukan &#13;
pengembangan daerah Papua, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan &#13;
sumber daya alam di Papua. Hasillain menujukkan, pemicu masaIah hak ulayat &#13;
di Papua disebabkan kurangnya sinkronisasi aturan hukum yang berkaitan dengan &#13;
perlindungan hak ulayat masyarakat hukum adat. Oleh karena itu, agar tidak &#13;
terjadi pelanggaran terhadap hak ulayat, maka wewenang negara untuk mengatur &#13;
pengambilan sumber daya alam (SDA) seharusnya dibatasi oleh hak-hak &#13;
masyarakat hukum adat, tennasuk mengenai hak ulayat. Selain itu, Peraturan &#13;
Daerah yang mengatur pemanfaatan tanah ulayat serta pengelolaan sumber daya &#13;
alam bagi pengembangan investasi hams lebih berpihak pada masyarakat hukum &#13;
adat sebagai pemegang hak ulayat. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">REBA WILLIAM HENDRIK</note>
 <subject authority="">
  <topic>Hasil peneIitian menunjukkan, konsep penguasaan ne</topic>
 </subject>
 <classification>340.5 Wil p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>340.5 Wil p/R.12.10.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0763</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8861</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-02 13:02:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>