<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8848">
 <titleInfo>
  <title>VERBA(L) TRANSITIF DALAM BAHASA MELAYU RIAU KAMPAR:</title>
  <subTitle>Kajian Struktur dan Semantik</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Martius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>program doktor ilmu Linguistik</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv,;309 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi ini merupakan kajian linguistik dengan judul &quot;Verba(l) Transitif dalam &#13;
Bahasa \ Melayu Kampar: Kajian Struktur dan Semantik&quot;. Penelitian ini pada dasarnya &#13;
bertujuan untuk (1) menjelaskan afiks yang membentuk verba transitif, (2) menjelaskan &#13;
makna yang terdapat pada verba transitif, dan (3) menjelaskan peran objek yang &#13;
terkandung dalam verba transitif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori &#13;
campuran (eklektik), yang bersumber dari pakar linguistik bahasa Inggris dan bahasa &#13;
Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. &#13;
Selain metode simak dan metode cakap, data juga dikumpulkan dengan menggunakan &#13;
metode introspeksi. Setelah data dikumpulkan, dianalisis dengan menggunakan metode &#13;
distribusional atau metode agih, dengan teknik BUL sebagai teknik dasar dan teknik lesap, &#13;
balik, sisip, dan teknik ubah wujud sebagai teknik lanjutan. &#13;
&#13;
Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Afiks &#13;
yang membentuk verba transitif dalam BMRK dikelompokkan atas dua bagian, yaitu (a) &#13;
afiks pembentuk verba monotransitif, yang terdiri atas (i) afiks segmental, yakni prefiks &#13;
ma(N)- dan afiks gabungan prefiks-sufiks ma(N)-ang, ma(N)-eng, ma(N)-in, ma(N)-ong, &#13;
ma(N)-un, ma(N)-on, ma(N)-i, man (Nl-ki, ma(N)-pi, ma(N)-ti, mampa-, mampa-ang, &#13;
mampa-eng, mampa-in, mampa-ong, dan mampa-un dan (ii) gabungan afiks segmental &#13;
dan suprasegmental, yakni prefiks ma(N)- dan infiks suprasegmental pada kata yang &#13;
berakhir dengan bunyi -am, -ang, -in, -iong, -un, dan -uong; (b) afiks pembentuk verba &#13;
bitransitif, yang terdiri atas (i) afiks segmental, yakni afiks gabungan ma(N)-ang, ma(N)­ &#13;
eng, ma(N)-in, ma(N)-ong, dan ma(N)-on dan (ii) gabungan afiks segmental dan &#13;
suprasegmental, yakni prefiks ma(N)- dan infiks suprasegmental pada kata yang berakhir &#13;
dengan bunyi -am, -an, ang, -im, -un, dan -uong; (2) Makna inheren verba transitif,yang &#13;
terdiri atas (a) makna inheren verba monotransitif, yang terdiri lagi atas makna aktivitas, &#13;
proses, sensa si tubuh, peristiwa transisional, momentan, dengan persepsi dan &#13;
pengertian lamban, dan makna relasional, (b) makna inheren verba bitransitif, terdiri atas &#13;
makna aktivitas dan makna relasional; (3) Peran objek verba transitifterdiri atas (a) peran &#13;
objek pada verba monotransitif, yang terdiri lagi atas (i) peran sasaran, terjadi apabila PV &#13;
berrnakna aktivitas, proses, sensasi tubuh, peristiwa transisional, momentan, dengan &#13;
persepsi dan pengertian lamban, dan relasional, sedangkan S berperan pelaku, (ii) peran &#13;
peruntung, terjadi apabila PV bermakna aktivitas, proses, persepsi dan pengertian lamban, &#13;
dan relasional, sedangkan S berperan pelaku dan (b) peran objek pada verba bitransitif, &#13;
yang terdiri atas Ol'r dan aSk. Pada kalimat yang beverba bitransitif, Ol'r selalu berperan &#13;
peruntung dan OSk selalu berperan sasaran. Ol'r berperan peruntung dan aSk berperan &#13;
sasaran muncul pada PV bermakna aktivitas dan relasional, sedangkan S berperan pelaku. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Martius</note>
 <subject authority="">
  <topic>verba(l) transitif, peran, dan semantik</topic>
 </subject>
 <classification>400 Mar v</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>400 Mar v / R.18.16.4</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0748</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8848</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 13:18:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>