<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8837">
 <titleInfo>
  <title>PRINSIP MEDIASI SEBAGAI DASAR METODE  ALTERNATIF  DAN KONSEPTUALISASI ASAS HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA PERIKANAN DI INDONESIADALAM RANGKA PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amirizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Hukum</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;337 hl,m,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah Negara Kesejahteraan Republik Indonesia (NKRI) hampir dua pertiganya &#13;
adalah lautan, kekayaan sumber daya perikanan melimpah, anugerah Allah yang patut &#13;
disyukuri namun rakyat/nelayan kecil belurn sejahtera, karena aturan hukum pengelolaan &#13;
perikanan belum optimal. Pranata hukum yang dibuat belum menjangkau hal prinsip, sebab &#13;
penyelesaian sengketa perikanan hanya oleh pengadilan. Dalam kehidupan masyarakat &#13;
Indonesia telah lama hidup metode dan mekanisme: penyelesaian sengketa/musyawarah &#13;
mufakat. Penelitian bertujuan ditemukannya metode penyelesaian sengketa perikanan dengan &#13;
konsep dan prinsip barn karena adanya persoalan barn dengan pendekatan perdamaian &#13;
mufakat. Mediasi penyelesaian sengketa nonlitigasi berbasis pada prinsip hukum nasional &#13;
terkandung dalam Konstitusi NKRI, menjadi dasar dan arah pembangunan atau reformasi &#13;
hukum nasional dalarn mewujudkan Indonesia sebagai negara yang adil dan sejahtera. &#13;
&#13;
Berlakunya hukum adat, nasional dan intemasional bidang kelautan dan perikanan &#13;
belum menghasilkan penyelesaian sengketa perikanan yang optimal, efektif dan pro dukti f, &#13;
karena metode penyelesaian sengketa perikanan yang normative kaku. Dalam konteks &#13;
penegakan hukum, pengadilan Indonesia dicemari oleh masifnya praktek mafia peradilan. &#13;
Penelitian ini berusaha mencari keseimbangan penegakan hukum yang adaptif, produktif dan &#13;
antisipatif melalui penggalian prinsip hukum penyelesaian sengketa. Metode yang digunakan &#13;
dalam penelitian Disertasi ini adalah deskriptif yuridis-normatif dan dengan pendekatan &#13;
comparative case study sosiologis yuridis. Kasus-kasus sengketa di Selat Madura dan &#13;
Kalimantan Tengah, dan penyelesaian sengketa perikanan melalui pengadilan dilakukan pada &#13;
kasus La-Rusu di Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Pendekatan kasus ini adalah &#13;
penyelesaian sengketa perikanan yang menerapkan prinsip mediasi dengan pendekatan &quot;pola­ &#13;
adat&quot; oleh Tetua adat di luar pengadilan sedangkan kasus La-Rusu tentang pelanggaran Surat &#13;
Perintah Berlayar (SPB), diselesaikan melalui pengadilan dengan menerapkan Undang­ &#13;
Undang No. 3112004 jo. UU No. 4512009 tentang Perikanan. &#13;
&#13;
Penelitian ini secara perspektif mengemukakan konsep prinsip dan atau asas hukum &#13;
dan metode mediasi perikanan dan perbandingan konseptual prinsip mediasi dengan beberapa &#13;
negara, .sehingga dikemukakan asumsi hukum yang bersifat adaptif (integritas koordinatif) &#13;
dan prinsip mediasi perdamaian mufakat yaitu prinsip; Integritas, Prasangka Baik (Pre-emtive &#13;
Will), Solusi Unik, dan Itikad Baik. Tujuan penelitian ditemukannya prinsip penyelesaian &#13;
sengketa perikanan yang bercorak Indonesia yang berdaulat di laut dengan memaparkan as as &#13;
hukum penyelesaian sengketa perikanan yang sesuai dengan konstitusi. Prinsip tersebut &#13;
merupakan akulturasi budaya hukum dan masyarakat nusantara (Indonesia), diasumsikan &#13;
bermanfaat bagi penyelesaian sengketa perikanan yang bermartabat, antisipatif, akomodatif &#13;
dan prediktif, juga diharapkan dapat diterima oleh masyarakat baik secara nasional maupun &#13;
intemasional bagi penyelesaian sengketa perikanan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Amirizal</note>
 <subject authority="">
  <topic>Prinsip, Mediasi, Sengketa, Perikanan, Konsep Huku</topic>
 </subject>
 <classification>341 Ami p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>341 Ami p/R.11.12.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0737</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8837</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-02 13:06:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>