Detail Cantuman

Image of PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH

 

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH


Permasalahan penelitian ini adalah budaya organisasi pada Sekretariat
Daerah Provinsi Sulawesi Tengah berpengaruh terhadap kinerja pegawai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0735Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    300 Sya p/R.17.7.1
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;302 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    300 Sya p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Permasalahan penelitian ini adalah budaya organisasi pada Sekretariat
    Daerah Provinsi Sulawesi Tengah berpengaruh terhadap kinerja pegawai
    sekalipun secara nyata telah ada budaya yang dianut pegawai dalam wujud
    kontrak kinerja tertulis yakni code of conduct (pedoman prilaku pemerintahan)
    sehinga rumusan masalah penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh budaya
    organisasi terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi
    Tengah.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penelitian
    survey. Variabel yang diteliti adalah variabel independent (X) yaitu Budaya
    Organisasi dan variabel dependen (Y) yaitu Kinerja Pegawai. Sedangkan analisis
    hubungan kedua variabel tersebut menggunakan metode Structural Equation
    Modeling Analysis (Analisis SEM). Sampel yang diteliti sejumlah 336 orang
    pegawai dipilih dengan pendekatan proportional stratified random sampling.

    Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh budaya organisasi signifikan
    terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
    ditentukan oleh dimensi inovasi dan pengambilan resiko, perhatian terhadap
    detail, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan, dan kemantapan.
    Dimensi terbesar memberi kontribusi pada budaya organisasi adalah dimensi
    perhatian terhadap detail dan yang terkecil adalah dimensi keagresifan dan
    disamping itu terdapat budaya lokal yang turut mempengaruhi po la pikir, pola
    sikap dan pola perilaku individu dan kelompok dalam organisasi sehingga
    ditemukan konsep baru yaitu sistem nilai lokal yang turut mempengaruhi kinerja
    pegawai yang merupakan spirit untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik
    dengan semboyan "belo rivo bia belo rikava" (bila dilaksanakan dengan baik
    hasilnya juga akan baik) dan "nosa rara nosa batutu" (bersama kita satu).

    Peneliti menyarankan bagi peneliti lain untuk mengembangkan hasil
    penelitian ini khususnya terhadap budaya lokal yang mungkin bisa mempengaruhi
    kinerja pegawai. Selain itu saran praktis terhadap para pemangku kepentingan
    untuk meningkatkan pengawasan melalui penerapan absensi elektronik, evaluasi
    kinerja (TEPPA), sistem CCTV, sistem pengendalian intern pemerintah, reward
    dan punishment, dan peningkatan kapabilitas para pegawai.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi