Detail Cantuman

Image of KARAKTERISTIK FASIES SEDIMEN PALEOGEN ? NEOGEN CEKUNGAN SERAYU SEBAGAI RESPON ATAS KEGIATAN TEKTONIK DAN VULKANISME

 

KARAKTERISTIK FASIES SEDIMEN PALEOGEN ? NEOGEN CEKUNGAN SERAYU SEBAGAI RESPON ATAS KEGIATAN TEKTONIK DAN VULKANISME


SARI
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan Cekungan Serayu, tennasuk scjarah pengendapan, kegiatan tektonik dan vulkanisme, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100095551.136 Bak k/R.14.36Perpustakaan Pusat (REF.R.14.36)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    551.136 Bak k/R.14.36
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;130 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    551.136
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • SARI
    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan Cekungan Serayu, tennasuk scjarah pengendapan, kegiatan tektonik dan vulkanisme, melalui
    pendekatan studi probabilistik. Dalam studi ini dibahas sejauh mana kegiatan tektonik dan gunungapi berpengaruh terhadap karaktcristik fasies sedimen Paleogen - Neogen di Cekungan Serayu bagian tengah, yang diwakili oleh populasi - populasi, dari tua ke muda, Formasi Worawari, Formasi Merawu dan Formasi Penyatan.
    Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis probabilistik
    yang melibatkan beberapa variabel, yaitu (1) Jumlah penyusun asal vulkanik (Rfv + Gv), atau junalah fragmen batuan vulkanik dan gelas volkanik , (2) Q/(Q+F), atau rasio kuarsa terhadap kuarsa + felspar, (3) Rasio pasir/lempung (Rsc), (4) Frekuensi lapisan (Fb), dan (5) Tebal rata-rata lapisan (Tab).
    Berdasarkan studi paleogeografi diketahui bahwa selama Paleogen, atau
    tepatnya pada waktu Eosen Tengah - Oligosen, bagian selatan daerah penelitian ditempati oleh rendahan Palung Bogor, atau rendahan Bobotsari di daerah Purbalingga, seinentara rendahan tersebut berbatasan langsung dengan tinggian Pegunungan Serayu Selatan. Pada waktu itu Pegunungan Serayu Selatan beserta gunungapi - gunungapi yang aktif masih berada di atas muka air laut, sehingga Cekungan Serayu merupakan eekungan busur - belakang.
    Pada waktu Neogen, terjadi pergeseran lajur gunungapi ke sebelah utara
    Palung Bogor. Puncak kegiatan vulkanisme terjadi pada Miosen Akhir - bagian bawah Pliosen Awal, yang ditandai oleh pembentukan Batuan Gunungapi Kumbang. Sementara itu, Pegunungan Serayu Selatan sudah tenggclam oleh peristiwa genang,-laut yang mcnyebabkan Cekungan Serayu bentbah menjadi eekungan busur muka.
    Hasil analisis probabilistik dengan variabel-variabel tersebut di atas menunjukkan hal-1\Na sejak pembentukan Formasi Worawari (Eosen Tengah ¬Oligosen) himIga Formasi Penyatan (Miosen Akhir - bagian bawah Pliosen Awal) menunjukkan peninp,k man kegiatan tektonik yang disertai peninOcatan kegiatan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi