Detail Cantuman

Image of KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Studi tentang Praktek Mengajar pada Program Praktek Pengalaman Lapangan II S1 dan Pendidikan Profesi Gu

 

KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MAHASISWA CALON GURU PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Studi tentang Praktek Mengajar pada Program Praktek Pengalaman Lapangan II S1 dan Pendidikan Profesi Gu


Praktek mengajar bagi mahasiswa calon guru program Pendidikan Guru
Sekolah Dasar merupakan sarana untuk mempraktikkan teori yang mereka

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100300302.2 Tan k/R.17.137Perpustakaan Pusat (REF.17.137)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Tan k/R.17.137
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xx,;480 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Tan k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Praktek mengajar bagi mahasiswa calon guru program Pendidikan Guru
    Sekolah Dasar merupakan sarana untuk mempraktikkan teori yang mereka
    dapatkan selama mengikuti program pendidikan ke dalam praktik. Calon guru
    yang dimaksud adalah mereka yang mengikuti program PPL II SI dan Pendidikan
    Profesi Guru (PPG). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan
    praktik komunikasi pembelajaran dalam kegiatan tersebut.

    Penelitian ini menggunakan metode etnografi komunikasi. Observasi
    sebagai alat utama pengumpulan data dan wawancara mendalam dalam metode
    ini memberikan teknik yang tepat untuk melihat situasi komunikasi, peristiwa dan
    tindak komunikasi dalam proses pembelajaran. Teori yang bersifat interpretif
    seperti konstruksi realitas sosial dan interaksi simbolik juga digunakan untuk
    mempertajam analisis.

    Peristiwa komunikasi pembelajaran mengikuti tahapan linier, yaitu
    inisiasi, pemaparan, pemahaman, pengalaman, evaluasi dan resolusi. Dalam
    peristiwa pembelajaran terse but terjadi perbedaan variasi antara mahasiswa calon
    guru dari PPL II SI dan PPG. Variasi tersebut terjadi karena perbedaan
    mekanisme pelaksanaan program, dimana peserta PPL II SI lebih leluasa dalam
    mengeksplorasi dan berkreasi terhadap aktivitas yang direncanakan, sedangkan
    peserta PPG lebih ketat dalam penjadwalan dan proses penyusunan perencanaan
    pembela jaran.

    Kompetensi komunikasi dibentuk berdasarkan konteks motivasional dan
    konteks budaya. Konteks motivasional adalah kemauan individu untuk selalu
    beradaptasi untuk dapat menghasilkan perilaku verbal dan nonverbal yang sesuai.
    Dan kompetensi komunikasi tidak bisa terlepas dari konteks budaya. Budaya
    mengkonstruksi aspek verbal dan nonverbal yang membentuk kompetensi
    komunikasi pembelajaran.

    Pengelolaan kelas menjadi kekuatiran yang "banyak ditemukan pada
    kegiatan pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa calon guru
    ini melakukan beberapa cara, yaitu memberikan kontrak belajar dan melakukan
    pemusatan perhatian. Kontrak belajar dilakukan dengan dua cara, yaitu
    menertibkan dengan ancaman dan pemberian bintang penghargaan. Sedangkan
    pemusatan perhatian dilakukan dengan cara: sapaan 'helo-hai'; yel-yel siswa;
    serta bermain tepuk tang an dan warna.

    Pengembangan kompetensi komunikasi pembelajaran merupakan
    implementasi bud ay a dari keanggotaan mahasiswa calon guru dalam Program
    PPL SI dan PPG sebagai upaya menerapkan teori ke dalam praktik dengan
    mekanisme pelaksanaannya, serta keanggotaan dalam entitas sosial yang
    memberikan pengetahuan, pengalaman dan keyakinan tentang profesi guru dan
    bag aim ana suatu materi pembelajaran dilaksanakan. Terdapat po la kompetensi
    komunikasi pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan adanya pola hubungan
    aktivitas guru - respon siswa. Pola tersebut adalah orientasi pemahaman siswa ­
    antusias; orientasi materi - tidak termotivasi; serta orientasi mengajar - tidak
    termotivasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi