IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN BANTARAN SUNGAI CISADANE DI KOTA TANGERANG
Penelitian ini berkaitan dengan tentang implementasi penataan bantaran
Sungai Cisadane di Kota Tangerang. Salah satu konsep penataan Sungai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100049 351 Hal i/R.17.303 Perpustakaan Pusat (REF.17.303) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Hal i/R.17.303Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xiii,;221 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Hal iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab HALIM WAHIDIN -
Penelitian ini berkaitan dengan tentang implementasi penataan bantaran
Sungai Cisadane di Kota Tangerang. Salah satu konsep penataan Sungai yang
dilakukan Pemerintah Kota Tangerang adalah dengan menempatkan alur Sungai
dan kali menjadi bagian dari penataan kota (water front city). Implementasi
Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang dalam penataan bantaran sungai Cisadane
tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Beragam kepentingan memperlamban
program terse but sehingga satu dengan lainnya tidak sinergis, sehingga penataan
bantaran Sungai Cisadane belum berjalan secara efektif.
Penelitian menggunakan teori Grindle sebagai panduan penelitian.
Sedangan metode yang digunakan adalah metode kualitatif . Alasan penggunaan
metode penelitian kualitatif adalah ingin menggali persoalan implementasi
kebijakan penataan bantaran Sungai Cisadane secara lebih mendalam,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penataan bantaran sungai
Cisadane masih memperlihatkan perbedaan kepentingan. Pihak pemrintah yang
berkepentingan untuk menata sungai menjadi beranda muka berbeda dengan
kepentingan pemerintah di daerah hulu. Implementasi dari si si content of policy,
interest affected belum efektif karena dari formulasi kebijakan tidak tertampung
dalam rumusan implementasi kebijakan penataan. Implementasi kebijakan dari
sisi type of benefits dari outcome belum efektif karena bertentangan atau tidak
sesuai dengan harapan dari individu, kelompok dan masyarakat yang terkena
dampak.
Ketidakefektifan implementasi kebijakan juga terkait dengan tidak adanya
komitmen para pemangku kepentingan terutama pihak-pihak yang memiliki
otoritas terhadap penataan dalam mengalokasikan sumberdaya menyebabkan
penataan masih tersendat. Tidak ada atau lemahnya power dari pemegang
kebijakan untuk mengimplementasikan kebijakan, termasuk resources dan
komitmen, ketatatan dan responsivenes yang rendah dari para pemangku
kepentingan. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






