EVALUASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JALAN PADA WILAYAH TERPENCIL DI KOTA PALU
Permasalahan pokok penelitian ini adalah belum optimalnya kegiatan program
pembangunan jalan di Kota Palu, khususnya berkenaan dengan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100037 351 Tan e/R.17.382 Perpustakaan Pusat (REF.17.382) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Tan e/R.17.382Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xiv,;195 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Tan eTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab TANDIGALA BARTHOLOMEUS -
Permasalahan pokok penelitian ini adalah belum optimalnya kegiatan program
pembangunan jalan di Kota Palu, khususnya berkenaan dengan penyediaan prasarana jalan
sepanjang 41 kilo meter pada wilyah terpencil di Kota Palu. Wilayah terpencil dimaksud adalah
merupakan permukiman masyarakat sejumlah 4034 jiwa pada delapan lokasi yang terletak pada
lima kelurahan di wilayah pinggiran Kota Palu, merupakan suatu wilayah permukiman yang
masyarakatnya sampai dengan saat ini masih sulit dalam berbagai aspek kehidupan; seperti
kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan, sulit mendapatkan pelayanan
kesehatan, sulit mendapatkan pelayanan pendidikan, sulit mendapatkan kebutuhan sembilan
bahan pokok. Hal ini sebagai akibat dari belum adanya atau kurang layaknya akses transportasi
darat menuju ke wilayah-wilayah terpencil tersebut. Wilayah-wilayah tersebut merupakan
wilayah produktif yang turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota
Palu, khususnya hasil pertanian berupa sayur-sayuran dan bawang goreng.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analitis kualitatif yaitu
pemecahan masalah berdasarkan fakta-fakta dan kenyataan yang ada serta memfokuskan pada
masalah aktual yang terjadi pada saat penelitian dilakukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kebijakan pembangunan jalan di Kota Palu
belum menetapkan aspek-aspek yang harus dievaluasi dalam suatu proses kegiatan evaluasi
kebijakan pembangunan jalan, sehingga sasaran kebijakan belum memenuhi kebutuhan
masyarakat, khususnya masyarakat pada wilayah terpencil. Kondisi ini diasumsikan
berhubungan dengan belum optimalnya kegiatan evaluasi kebijakan pembangunan jalan di Kota
Palu. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang memperkuat konsep evaluasi kebijakan dari
Bardach, konsep barn yang dapat diangkat dari hasil penelitian ini adalah bahwa keberhasilan
evaluasi kebijakan pembangunan jalan sebagai kebijakan publik, ditentukan oleh selain adanya
aturan yang menjadi dasar hukum suatu kebijakan, juga ditentukan oleh kemampuan tehnis
mengevaluasi dari evaluator, sumber daya manusia pelaksana kebijakan, dukungan finansial,
dukungan politik dari penentu kebijakan, dan dukungan orgariisasi pelaksana kebijakan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






