<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8755">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN TEKTONIK DALAM MEMBENTUK GEOMORFOLOGI WILAYAH DAS JENEBERANG&#13;
SULAWESI SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Altin Massinai</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxvii,;361 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian mengenai peranan tektonik membentuk tatanan Geomorfologi DAS Jeneberang dilatarbelakangi oleh kondisi geologi di daerah tersebut. Keberadaan satuan batuan yang menyusun DAS Jeneberang mempunyai umur yang berbeda-beda di setiap sub DAS. Batuan tertua berumur Miosen tengah (Formasi Camba) berada pada Sub DAS Tallo bagian hulu sementara batuan termuda berumur Plistosen berada pada Sub DAS Lengkese (Formal Lompobattang). Hal ini menandakan sistem tektonik yang bekerja tidak selalu sama. Gerakan tanah pada hulu DAS Jeneberang yang terakumulasi pada DAS Jeneberang menyebabkan kondisi DAS yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini mengancam keberadaan Dam Bilibili sebagai pemasok utama air minium bagi kota Makassar dan Sungguminasa&#13;
Metoda analisis data yang digunakan dalam penelitian geomorfologi tektonik DAS Jeneberang adalah deduksi probabilistik dengan pendekatan dedukto-hipotetiko-verifikatif. Data diperoleh melalui survei lapangan, analisis citra satelit dan analisis peta rupabumi. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui survai lapangan, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui penelusuran literatur kepustakaan. Analisis data dan verifikasi hipotesis menggunakan analisis statistik yaitu uji normalitas data, uji homogenitas data, uji beda rata-rata, uji beda independen, dan uji regresi-korelasi.&#13;
Hasil verifikasi hipotesis/sub hipotesis adalah sebagai berikut, (1) korelasi jurus kekar pada. masing-masing Sub DAS Tallo-Malino dan Sub DAS Lengkese-Jenelata berhubungan secara signifikan, (2) korelasi azimut segmen sungai berhubungan secara signifikan dengan azimut kelurusan geomorfologi, (3) Sistem tektonik lengan selatan Sulawesi mengontrol kelurusan geomorfologi dan segmen sungai pada masing sub DAS, (4) Tektonik mempengaruhi Sub DAS Malino dan Lengkese yang ditandai oleh respon indeks gradien sungai di kedua Sub DAS tersebut yang berbeda dengan indeks gradien sungai di Sub DAS Jeneberang Hilir, (5) Terdapat kesamaan pola percabangan sungai di antara Sub DAS Tallo dan Sub DAS Malino, Sub DAS Tallo dan Sub DAS Jenelata, Sub DAS Malino dan Sub DAS Lengkese, Sub DAS Malino dan Sub DAS Jenelata, (6) gerakan tanah Gunung Bawakaraeng mempengaruhi secara signifikan pergeseran aliran dan sinusitas sungai di Sub DAS Lengkese dan Sub DAS Jeneberang Hilir, (7) geomorfologi DAS Jeneberang dipengaruhi secara signifikan oleh tektonik yang ditandai dengan kesamaan rasio lebar dan tinggi lembah pada zona tektonik aktif.&#13;
Berdasarkan perhitungan parameter morfometri diperoleh indeks gradien&#13;
panjang sungai rata-rata di atas nilai 300, percabangan sungai bernilai rata-rata kurang dari 3, indeks sinusitas sungai menunjukkan tipe sungai sinus dan berliku, indek sinusitas muka gunung kurang dari 2. Sementara rasio lebar dan tinggi lembah menunjukkan rata-rata kurang Bari 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa wilayah DAS Jeneberang dipengaruhi secara signifikan oleh tektonik aktif.&#13;
Kata Kunci: DAS Jeneberang, geomorfologi tektonik, deduksi probabilistik, analisis statistik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">1.4013E+11</note>
 <subject authority="">
  <topic>DAS Jeneberang, geomorfologi tektonik, deduksi pro</topic>
 </subject>
 <classification>551</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>551 Mas p/R.14.31</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100124</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.30)</sublocation>
    <shelfLocator>551 Mas p/R.14.31</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8755</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-17 14:42:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>