Detail Cantuman

Image of MANFAAT IMUNISASI ULANG TETANUS DIFTERIA (Td) PADA REMAJA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCEGAH REEMERGING DISEASE DI INDONESIA

 

MANFAAT IMUNISASI ULANG TETANUS DIFTERIA (Td) PADA REMAJA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCEGAH REEMERGING DISEASE DI INDONESIA


MANFAAT IMUNISASI ULANG TETANUS DIFTERIA (Td) PADA REMAJA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCEGAH REEMERGING DISEASE DI INDONESIA
Ditinjau dari ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100235619 Fad m/R13.108Perpustakaan Pusat (REF.13.108)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    619 Fad m/R13.108
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxiii,;138 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    619
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • MANFAAT IMUNISASI ULANG TETANUS DIFTERIA (Td) PADA REMAJA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCEGAH REEMERGING DISEASE DI INDONESIA
    Ditinjau dari aspek imunogenisitas dan keamanannya berdasarkan pengurangan
    dosis vaksin difteria
    ABSTRAK
    Hasil telaahan pada era tahun 1990-an di negara Sovyet terdapat kejadian luar biasa (KLB) difteria sebagai tanda terjadinya reemerging diseases di negara industri dengan kematian yang tinggi pada remaja dan dewasa. KLB difteria di kabupaten Cianjur berpotensi terjadi reemerging disease akibat belum adanya program imunisasi ulang yang berkesinambungan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai imunogenisitas dan keamanan vaksin tetanus, difteria (Td) yang diberikan sebagai imunisasi ulang pada remaja. Uji klinis prospective, randomized double-blind controlled dilakukan terhadap pelajar remaja sehat di kota Bandung, usia 10-18 tahun. Sebanyak 296 remaja sebagi subjek penelitian, dibagi 2 kelompok secara acak sederhana. Kelompok I mendapat dosis suntikan 0,5 mL yang diberikan intramuskular. Kelompok 11 mendapat vaksin TT sebagai kontrol. Pemeriksaan darah dilakukan sebelum dan 1 bulan setelah imunisasi menggunakan teknik enzyme-linked immunosorhent assays (ELISAs) untuk menilai konsentrasi antibodi difteria dan tetanus. Data tentang keamanan dikumpulkan sampai 1 bulan sejak imunisasi menggunakan buku harian. Perbedaan antara proporsi ditentukan dengan uji Chi-square atau eksak Fisher. Konsentrasi antibodi seroproteksi (20,1 IU/mL) terhadap difteria dan tetanus mencapai 93,2% and 100,0%. The geometric mean titer (GMT) terhadap difteria meningkat bermakna dari 0,0618 1U/mL ke 0,7583 IU/mL (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi