<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8720">
 <titleInfo>
  <title>ADSORPSI DAN RESIDU PARAQUAT, SIFAT TANAH SERTA BOBOT KERING TANAMAN JAGUNG PADA BERBAGAI SUBGRUP TANAH&#13;
AKIBAT PEMBERIAN AMELIORAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIJA SUDIRJA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>XVI,;177 HLM,;29 CM</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paraquat (l,1'-dimethyl-4,4'-bipyridylium dichloride) dikenal sebagai herbisida &#13;
yang sangat toksik dan pengunaannya cukup IU?S di kaIangan petani. Bahan ini &#13;
dapat diadsorpsi oleh koloid tanah dan dapat mencemari tanah clan air. PeneIitian &#13;
ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tiga subgrup tanah berIainan ordo &#13;
mengadsorpsi paraquat, menemukan jenis amelioran yang paling baik dalam &#13;
menekan residu paraquat, serta mempeIajari pengaruhnya terhaclap bobot kering &#13;
tanaman jagung. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu (1) survai Iapangan &#13;
dan deskripsi pedon pewakil tiga ordo tanah, (2) percobaan laboratorium, meliputi &#13;
(i) Uji adsorpsi maksimum paraquat pada tiga subgrup tanah berdasarkan &#13;
persamaan Langmuir, dan (ii) pengaruh jenis dan dosis ameIioran pada tiga &#13;
subgrup tanah terjenuhi paraquat terhadap adsorpsi, pH, dan daya hantar Iistrik, &#13;
dan (3) percobaan rumah kaca, untuk mengetahui pengaruh tiga jenis ameIioran &#13;
(zeoIit, arang aktif, bokasi jerami) dan tiga subgrup tanah tercemari paraquat &#13;
(pada titik jenuh dan 1% titikjenuh) terhadap residu paraquat, pH dan KTK tanah &#13;
serta bobot kering tanaman jagung (Zea mays L.). Hasil percobaan di laboratorium &#13;
menunjukkan bahwa lapisan atas Hapludand Tipik didominasi oleh mineral Iiat &#13;
haloisit dan sedikit amorf. Sedangkan Hapludult Tipik didominasi kaoIinit dan &#13;
sedikit smektit, selanjutnya Endoaquert Kromik didominasi smektit dan sedikit &#13;
kaolinit. Titik jenuh paraquat pada ketiga subgrup tanah tersebut masing-masing &#13;
sebesar 1,883 cmoI kg&quot;, 20,833 cmol kg-I, dan 9,346 cmol kg'. Jenis dan dosis &#13;
ameIioran masing-masing berpengaruh nyata terhadap adsorpsi paraquat, pH &#13;
tanah dan daya hantar Iistrik pada ketiga subgrup tanah, kecuali kapasitas adsorpsi &#13;
paraquat dan pH tidak dipengaruhi pada Hapludult Tipik. Arang aktif dosis 20% &#13;
media tanah mampu mengadsorpsi paraquat nyata lebih tinggi dibandingkan &#13;
dengan perlakuan Iainnya pada HapIudand Tipik, sedangkan pada Endoaquert &#13;
Kromik, arang aktif memiliki pengaruh yang sama dengan zeolit, tetapi Iebih &#13;
tinggi dari jerami dan kontrol. Selanjutnya, pada Hapludult Tipik perIakuan, &#13;
bahan amelioran tidak berpengaruh terhadap adsorpsi paraquat, kecuali jika &#13;
dibandingkan dengan kontrol. Hasil percobaan rumah kaca menunjukkan bahwa &#13;
kombinasi subgrup tanah pada kondisi titik jenuh paraquat dengan ameIioran &#13;
menunjukkan tanaman jagung tidak dapat tumbuh. Pencemaran paraquat 1 % titik &#13;
jenuh pada ketiga subgrup tanah dengan pemberian amelioan, memperIihatkan &#13;
bahwa arang aktif memberi efek signifikan lebih baik terhadap penurunan residu &#13;
paraquat dan peningkatan KTK pada Endoaquert Kromik, clan hanya mampu &#13;
disamai oleh arang aktif dan bokasi jerami padi sampai 4 mst. Perubahan pH &#13;
tanah tidak berpengaruh terhadap adsorpsi dan residu paraquat di akhir vegetatif. &#13;
Efek ameliorasi lebih nyata pada Hapludult Tipik, dengan peningkatan bobot &#13;
kering tanaman sebesar 4,6 kali lebih tinggi dibandingkan tanpa ameIioran pada &#13;
subgrup tanah tersebut. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">SUDIRJA RIJA</note>
 <subject authority="">
  <topic>Paraquat, subgrup tanah, adsorpsi, amelioran.</topic>
 </subject>
 <classification>631.4 SUD A</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>631.4 sUD A/R.15.57</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100148</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.57)</sublocation>
    <shelfLocator>631.4 sUD A/R.15.57</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8720</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-30 14:13:27</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>