Detail Cantuman

Image of PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR DI JAKARTA SELATAN

 

PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR DI JAKARTA SELATAN


Guru sekolah dasar di Jakarta Selatan dianggap belurn mampu
melaksanakan tugas secara maksimal, karena rendahnya kompetensi dan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100143351 Roh p/R.17.359Perpustakaan Pusat (REF.17.359)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 Roh p/R.17.359
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;298 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 Roh p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Guru sekolah dasar di Jakarta Selatan dianggap belurn mampu
    melaksanakan tugas secara maksimal, karena rendahnya kompetensi dan
    kinerjanya. sebagai buktinya adalah banyak guru yang belum menyelesaikan
    Pendidikan Tinggi (S 1). nilai rata-rata peserta didik dari pelajaran yang masuk
    pada ujian nasional hanya mencapai nilai dibawah 70 dan cukup banyak peserta
    didik yang mengulang kelas, serta banyak peserta didik yang putus sekolah.

    Karena itu, penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pemberdayaan guru
    sekolah dasar di Jakarta Selatan dengan menggunakan metode kualitatif yang
    data-datanya dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap key
    informan dan studi kepustakaan.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemberdayaan guru sekolah dasar di
    Jakarta Selatan sudah menjadi agenda pembangunan pemeritah daerah.
    Pemberdayaan guru dilakukan berdasarkan 8 aspek yaitu memberikan
    kemampuan, kelancaran, konsultasi, kerjasama, bimbingan, dukungan,
    melaksanakan fungsi manajer, dan melakukan perubahan budaya sesuai dengan
    kualitas kompetensi dan kemampuan managerial kepala sekolah, serta upaya­
    upaya yang dilakukan dalam melakukan perubahan budaya. Pemberdayaan
    guru dengan 8 aspek tersebut yang dilakukan kepala sekolah yang berusia masih
    muda sudah cukup berhasil, tetapi pemberdayaan guru yang dilakukan kepala
    sekolah yang sudah berusia tua. belum berhasil optimal, karena kapasitas yang
    dimiliki kurang memadai untuk. menjadi kepala sekolah sehingga pemberdayaan
    melalui bimbingan tidak bisa dilakukan secara rutin, tidak bisa melakukan fungsi
    manajer dengan baik , dan program pemberdayaan guru yang dibuat kurang
    kreatif dan inovatif, sera tidak menjadi terobosan yang cepat dalam mewujudkan
    keberdayaannya. Lemahnya kemampuan menejmen yang dimiliki kepala sekolah
    berdampak pada lambannya perubahan budaya baik secara prilaku maupun sistem
    organisasi.

    Temuan baru dalam penelitian ini adalah keberhasilan pemberdayaan
    ditentukan oieh kapasitas orang yang memberikan pemberdayaan, program yang
    terarah dan berkelanjutan, anggaran yang memadai, serta komitmen orang yang
    menerima pemberdayaan untuk melakukan perubahan.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi