PENGARUH DAYA SAING, INTEGRASI SOSIAL, DAN STRATEGI BERSAING TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN SERTA DAMPAKNYA PADA BISNIS BERKELANJUTAN BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI JAWA BARAT
Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Perkreditan Rakyat perlahan-lahan
jumlahnya semakin menurun. Salah satunya penyebabnya adalah likuidasi, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100171 658 Nug p/R.12.178 Perpustakaan Pusat (REF,12.178) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658 Nug p/R.12.178Penerbit Program doktor fakultas ekonomi UNPAD : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xxiii,;355 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658 Nug pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nugroho Fauzi -
Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Perkreditan Rakyat perlahan-lahan
jumlahnya semakin menurun. Salah satunya penyebabnya adalah likuidasi, akibat
pelanggaran maupun praktik perbankan yang tidak sehat. Ironisnya, sebagian besar
BPR yang dilikuidasi tergo long sehat. Selain itu masuknya para pesaing BPR dalam
industri yang terfragmentasi dengan daya saing tinggi dan strategi bisnis unggul juga
mengancam keberadaannya. Oleh karena itu, untuk menjamin keberlanjutannya, BPR
perlu menguatkan daya saing yang dimiliki antara lain melalui kecepatan pelayanan
maupun pendekatan sosial yang merupakan salah satu keunggulannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara daya
saing, integrasi sosial dan strategi bersaing terhadap kinerja perusahaan serta
dampaknya pada bisnis berkelanjutan.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode survei, yakni deskriptif
dan verifikatif. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 200 Bank Perkreditan
Rakyat di Jawa Barat sebagai unit analisis, sedangkan unit observasi penelitian adalah
anggota Direksi BPR tersebut. Pengujian hipotesis menggunakan statistik multivariat
dan pengujian model yang diusulkan menggunakan model persamaan struktural.
Hasil penelitian menunjukkan (1) daya saing, dan strategi bersaing BPR
masing-masing tergo long sedang, sementara integrasi sosial tergolong cukup, dan
capaian kinerja perusahaan tergolong sehat, sedangkan bisnis berkelanjutan tergolong
sedang; (2) daya saing, integrasi sosial, dan strategi bersaing, baik secara simultan
maupun parsial berpengaruh terhadap kinerja perusahaan; (3) daya saing, integrasi
sosial, dan strategi bersaing, secara simultan berpengaruh terhadap bisnis
berkelanjutan, sedangkan secara parsial kedua variabelnya.. yakni daya saing dan
strategi bersaing berpengaruh terhadap bisnis berkelanjutan, sedangkan integrasi
sosial tidak berpengaruh terhadap bisnis berkelanjutan (4) kinerja perusahaan
berpengaruh terhadap bisnis berkelanjutan (5) besamya pengaruh langsung daya
saing terhadap bisnis berkelanjutan temyata lebih kecil daripada pengaruh daya saing
tidak langsung atau melalui kinerja perusahaan terhadap bisnis berkelanjutan,
demikian halnya pengaruh integrasi sosial terhadap bisnis berkelanjutan melalui
kinerja perusahaan (6) sedangkan pengaruh langsung strategi bersaing terhadap bisnis
berkelanjutan menghasilkan koefisien jalur yang lebih besar daripada pengaruh tidak
langsung (7) estimasi jalur struktural merupakan model mediasi parsial karena kinerja
perusahaan merupakan variabel mediasi variabel independen integrasi sosial. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






