Detail Cantuman

Image of MAKNA SIMBOLIK MUSIK TARAWANGSA PADA UPACARA RITUAL BUBUR SYURA DI KAMPUNG SUKALUYU, DESA GIRIMUKTI, KECAMATAN SUMEDANG UTARA, KABUPATEN SUMEDANG

 

MAKNA SIMBOLIK MUSIK TARAWANGSA PADA UPACARA RITUAL BUBUR SYURA DI KAMPUNG SUKALUYU, DESA GIRIMUKTI, KECAMATAN SUMEDANG UTARA, KABUPATEN SUMEDANG


.ABSTRAK
Penelitian ini berjudul "Makna Simbolik Musik Tarawangsa pada Upacara Ritual Bubur Syura di Kampung Sukaluytt, Desa Girimukti, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100014781.62 Sup m/R.18.38Perpustakaan Pusat (REF.18.38)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    781.62 Sup m/R.18.38
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;363 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    781.62
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • .ABSTRAK
    Penelitian ini berjudul "Makna Simbolik Musik Tarawangsa pada Upacara Ritual Bubur Syura di Kampung Sukaluytt, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang". Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, merumuskan, dan menjelaskan tentang struktur pertunjukan, dan makna simbolik musik tradisional tarawangsa pada upacara ritual bubur syura. Metode etnograft dipilih untuk mengumpulkan berbagai informasi balk dari pemain musik, pemilik
    rurukan, maupun masyarakat pendukung upacara ritual. Dengan menggunakan metode tersebut, peneliti melibatkan diri dalam kornunitas yang diteliti di
    lapangan untuk merasakan dan menangkap kultur konsep yang tersusun rnelalui
    kombinasi taktik pengamatan prilaku dan perekaman komunikasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data yang diperlukan adalah ragam lagu tarawangsa yang
    dimainkan pada upacara ritual bubur syura, persepsi masyarakat terhadap berbagai
    lagu balk yang telah disepakati bersatna, maupun yang bersifat individual, dan struktur pertunjukan musik yang dimainkan dari awal hingga akhir upacara ritual.
    Teori yang digunakan dalarn penelitian ini adalah teori strukturalisme Levi
    Strauss, interaksionisme simbolik, simbol, dan teori tentang musik tradisional Sunda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur pertunjukan musik
    tarawangsa pada upacara ritual bubur syura terbagi dalarn dua bagian, yaitu
    musik yang dimainkan umiak kebutuhan upacara dan untuk mengiringi hiburan masyarakat. Struktur pennukaan pertunjukan musik tersebut terdiri atas upacara
    menghadirkan, menghibur, mengembalikan, memandikan Kersa Nyai, dan
    hiburan bagi pendukung upacara ritual. Struktur dalam (deep structur) pertunjukan tersebut memiliki makna bahwa kegiatan upacara dimaksudkan sebagai
    penghormatan kepada Kersa Nyai yang merupakan simbol dari padi, dan untuk memberikan hiburan bagi masyarakat pendukung kegiatan tersebut. Pertunjukan musik tradisional tarawangsa dalam upacara ritual bubur syura, memiliki simbol sebagai simbol kebersamaan, komunikasi, pembuka kegiatan, undangan bagi Kersa Nyai, perjalanan Kersa Nyai, kehadiran Kersa Nyai, kepergian Kersa Nyai, menyucikan Kersa Nyai, Simbol ekspresi estetik, etika (moral), dan simbol kepercayaan (keyakinan) bagi masyarakatnya.
    Key words: makna simbolik, tarawangsa, bubur syura.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi