<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8637">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PETANI PEDESAAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yenrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,;590 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berangkat dari asumsi awal bahwa masyarakat pedesaan &#13;
merupakan komunitas yang tidak bisa dipisahkan dari lingkungan alam tempat &#13;
mereka tinggal. Keterkaitan tersebut diyakini sebagai sebuah proses &#13;
komunikasi lingkungan, terutama bagaimana masyarakat memaknai dan &#13;
berprilaku terhadap fenomena alam dan kemudian pengetahuan itu &#13;
dikomunikasikan sesama mereka dan diteruskan ke genera si berikutnya. Oleh &#13;
karena itu, tujuan utama penelitian ini ingin mengetahui dan memahami pola &#13;
komunikasi lingkungan masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah Desa &#13;
Swama Dwipe, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari &#13;
komunitas etnis Semende. Penelitian dilakukan dengan menggunakan &#13;
pendekatan etnoekologi komunikasi, dan secara teknis dilaksanakan dengan &#13;
metode etnografi komunikasi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan pada &#13;
masyarakat Swama Dwipe (Semende) merupakan warisan sejarah dari para &#13;
Puyang yang diperlihatkan dalam bentuk pemanfaatan lahan pertanian. Hal ini &#13;
berkaitan dengan tatacara bertanam, pembagian lahan, pengaturan perumahan, &#13;
pemanfaatan hasil panen, adat istiadat, serta kepercayaan-kepercayaan terhadap &#13;
lingkungan alam setempat. Semua aktifitas pemanfaatan lahan pertanian adalah &#13;
aktifitas yang simbolik, penuh pemaknaan dari masyarakat dan memiliki &#13;
implikasi penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat dan lingkungan &#13;
setempat. Peristiwa simbolik tersebut berlangsung dalam setting komunikasi &#13;
tertentu dan diperlihatkan dalam berbagai topik-topik komunikasi. Unsur-unsur &#13;
pelaku kornunikasi memainkan peran penting, dimana unsur-unsur ini memiliki &#13;
posisi tersendiri, sesuai dengan stratifikasi sosial yang berlaku di masyarakat. &#13;
Stratifikasi sosial ini temyata memiliki keterkaitan yang er at sebagai sebuah &#13;
sistem komunikasi lingkungan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. &#13;
Pengelompokan juga menunjukkan terjadinya proses belajar masyarakat &#13;
terhadap Iingkungan. &#13;
&#13;
Melalui pendekatan etnoekologi komunikasi, penelitian 1111 &#13;
&#13;
menyarankan agar wilayah kajian keilmuan komunikasi, terutama komunikasi &#13;
lingkungan harus terfokus pada pada inti dari keilmuan komunikasi, yaitu &#13;
pemaknaan simbolik yang berakar dengan aspek budaya dan lingkungan. &#13;
Etnoekologi kornunikasi bisa dijadikan terobosan penting untuk memahami &#13;
manusia dan lingkungan dalam sebuah kesatuan yang tak terpisahkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi, Lingkungan, Etnoekologi, Masyarakat, T</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Yen k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Yen k/R.17.146</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01000050100062</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.146)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Yen k/R.17.146</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8637</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-31 10:07:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>