<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8626">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI FRAKSI AIR UMBI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr.&amp; L.M.Perry) DALAM MEMPERBAIKI KERUSAKAN SEL ENDOTEL SECARA IN VITRO (PERUBAHAN KADAR sFLT-1, PIGF, MDA DAN NO) PADA LINI SEL HUVEC ATCC CRL 1730 PREEKLAMSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jeffry Iman Gurnadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxi,;156 hlm,;29cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Preeldamsi masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas baik maternal maupun perinatal. Angka kejadian preeklamsi sampai saat ini masih tinggi dan penatalaksanaan belum optimal, hal ini disebabkan karena etiologi dan patofisiologi preeklamsi belum diketahui secara pasti. •&#13;
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium	LPPT UGM,&#13;
dengan tujuan untuk menganalisis perbedaan sFlt-1, PIGF, MDA dan NO secara in vitro pada lini sel HUVEC ATCC CRL 1730 yang diinduksi serum normal dan preeklamsi; untuk menganalisis pengaruh pemberian fraksi air umbi sarang semut (FAUSS) terhadap kadar sFlt-1, P1GF, MDA dart NO.&#13;
Sampel serum diperoleh dari RSUD Cibabat dan RSHS, sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pertama rnenententukan nilai 1Cc antara sel lini HUVEC ATCC CR1., 1730 dan FAUSS kemudian dijadikan dasar nilai konsentrasi, selanjutnya&#13;
dilakukan pemeriksaan	dan PIGF dengan metode LUSA .(pg/m1), MDA&#13;
dengan metode TBARS (1.0/1) dan NO dengan metode NW LaSS Nitric Oxide Assay (ppm) pada lini sel HUVEC ATCC CRT, 1730 kondisi normal dan preeklamsi dengan analisa data menggunakan analisis varians (ANOVA) dan uji Duncan •untuk mengetahui perbedaan .antar variabel.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai 1050 adalah 500 lag/m1 dan serial konsentrasi yang digunakan mulai dari (250, 125, 62,5, dan 30,25 ag/m1). Didapatkan kadar sFlt-1 menurun secara signifikan pada rentang 29,010-31,095 pg/rnl dan MDA pada rentang -2,230- (-1,870) !Al serta kadar PIGF meningkat secara signifikan pada rentang 5,005-5,647 pg/mi dan N() pada rentang 0,231¬0,267 ppm pada lini sel HUVEC ATCC CRI., 1730 yang diinduksi dengan serum preeklamsi setelah pemberian konsentrasi FAUSS sebesar 62,5-125 iag/m1 yang nilainya mendekati keadaan pada lini sel HUVEC ATCC CRL 1730 yang diinduksi serum kehamilan normal. Pemberian FAUSS hermakna terhadap kadar sFlt-1, PIGF, MDA dan NO dengan nilai p</note>
 <note type="statement of responsibility">Jeffry Iman Gurnadi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Freklamasi</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 Gur p / R.13.12</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0100115100073</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>610 Gur p / R.13.12</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8626</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-05-10 14:30:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>