Detail Cantuman

Image of RANCANG BANGUN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAPI BALI DI KABUPATEN BELU DAN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR

 

RANCANG BANGUN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAPI BALI DI KABUPATEN BELU DAN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR


Sapi Bali merupakan salah satu komoditi unggulan yang diusahakan oleh
sebagian besar petemak di Kabupaten Belu dan Malaka, Provinsi NIT. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100045630 Kro r/R.15.31Perpustakaan Pusat (REF.15.31)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    630 Kro r/R.15.31
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    353 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    630 Kro r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sapi Bali merupakan salah satu komoditi unggulan yang diusahakan oleh
    sebagian besar petemak di Kabupaten Belu dan Malaka, Provinsi NIT. Hingga
    saat ini telah banyak model pengembangan yang diterapkan namun hasilnya
    belum optimal. Kini Bank Indonesia telah menginisiasi model klaster untuk
    pengembangan berbagai komoditi dan salah satunya adalah sapi Bali. Secara
    konseptual, klaster bermakna mengkonsentrasikan secara geografis semua
    kegiatan atau subsistem-subsistem yang terkait dalam rantai pasok sistem
    agribisnis sapi Bali suatu wilayah.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: memahami interaksi antar pelaku
    yang terlibat di dalam kelompok, mengkaji komponen pembentuknya, memahami
    kemampuan klaster untuk mengembangkan agribisnis sapi Bali, masukan bagi
    rancangan kebijakan yang dibutuhkan untuk merekayasa kelompok menjadi
    klaster, dan rancang ulang model kelompok bakal klaster yang mampu
    mengembangkan agribisnis sapi Bali. Metodologi dinamika sistem telah
    digunakan sebagai suatu pendekatan pemodelan dengan dasar berpikir sistemik.
    Pemodelan ini didasarkan pada kompleksitas hubungan sebab akibat antara
    komponen dalam klaster.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok bakal klaster untuk
    pengembangan agribisnis sapi Bali belum melibatkan multi-stake holder sehingga
    layanan stake holder belum optimal. Selain itu, terdapat tujuh komponen penting
    dalam klaster untuk pengembangan agribisnis sapi Bali, yaitu: pasar, keuangan,
    konsentrasi geografis, pembelajaran inovasi dan teknologi, petemak anggota
    klaster baru, input produksi serta kelembagaan klaster. Kelompok bakal klaster
    juga belum mampu mengembangkan agribisnis sapi Bali karena permasalahan
    dalam subsistem budidaya, yaitu: masih rendahnya calf crop dan masih tingginya
    risiko produksi telah berdampak pada rendahnya produktivitas. Permasalahan
    lainnya adalah rendahnya dukungan kelembagaan terkait untuk pembelajaran
    inovasi dan teknologi. Oleh karena itu, skenario kebijakan untuk meningkatkan
    calf crop, menekan kematian melalui teknologi suplementasi pakan, serta inovasi
    kelembagaan koperasi dimodelkan untuk mengetahui perilakunya. Hasil simulasi
    menunjukkan bahwa kebijakan yang diusulkan dapat meningkatkan populasi, baik
    karena meningkatnya calf crop maupun menurunnya tingkat kematian. Sedangkan
    kebijakan inovasi kelembagaan koperasi mampu meningkatkan keuntungan
    petemak. Dengan demikian, rekayasa model kelompok bakal klaster untuk
    pengembangan agribisnis sapi Bali di Kabupaten Belu dan Malaka dapat
    dilakukan melalui inovasi teknologi dan kelembagaan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi