<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8619">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KEBIJAKAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI PROVINSI PAPUA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARKUS KARATH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;228 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebijakan Percepatan Pembangunan di Provinsi Papua Barat yang &#13;
&#13;
.- merupakan pokok permasalahan dari penelitian ini adalah terkait adalah dengan &#13;
koordinasi, sinkronisasi dan supervisi kebijakan percepatan pembangunan di &#13;
Provinsi Papua Barat yang belum efektif dan efisien dalam meningkatkan &#13;
kesejahteraan masyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam kebijakan &#13;
otonomi khusus bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Hal ini &#13;
ditunjukkan dengan masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) &#13;
berdasarkan sejumlah indikator yakni masalah kesehatan (angka harapan hidup yang &#13;
masih rendah), tingkat pendidikan (angka melek huruf yang masih rendah dan rata­ &#13;
rata lama sekolah yang belum ideal), pendapatan perkapita setiap penduduk yang &#13;
masih rendah bahkan dibawah standard. Selain rendanya IPM, terdapat pula masalah &#13;
ketersediaan fasilitas infrastruktur yang terbatas dalam menunjang aksesibilitas &#13;
masyarakat. &#13;
&#13;
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan &#13;
pendekatan kualitatif (qualitative research), yang dalam pengumpulan datanya &#13;
melalui metode pengamatan langsung di lapangan serta wawancara mendalam &#13;
(indepth interview) dengan informan serta informan kunci (key informan). Guna &#13;
memperoleh tingkat kepercayaan data hasil penelitian atau tingkat kebermaknaan &#13;
penelitian ini, maka langkah-Iangkah yang digunakan dalam mengumpulkan data &#13;
adalah melalui pengamatan secara langsung dilapangan (observasi) dan wawancara &#13;
secara mendalam terhadap informan kunci yang dianggap mengetahui dan &#13;
memahami persoalan krisial terkait masalah percepatan pembangunan. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan percepatan pembangunan &#13;
sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2011 &#13;
mengalami berbagai kendala, utamanya berkaitan dengan masalah koordinasi, &#13;
sinkronisasi program pembangunan dan supervisi antar lembaga baik di tingkat &#13;
pusat maupun di daerah dan antara pemerintah daerah dengan &#13;
kementerian/lembaga di tingkat pusat, sehingga pencapaian kebijakan &#13;
pembangunan terutama di Provinsi Papua Barat belum efektif, efisien, responsif &#13;
terhadap kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, berkeadilan dan tepat &#13;
kegunaannya. Temuan penelitian ini mengkonfirmasi pendapat Dunn (1992: 610) &#13;
namun tidak semua dimensi yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan &#13;
percepatan pembangunan memiliki kualitas dan peranan yang sama. Guna &#13;
mencapai sasaran dan tujuan utama dari pembangunan yaitu mewujudkan &#13;
masyarakat yang sejahtera maka yang dibutuhkan adalah komitmen dan niat baik &#13;
dari para pemimpin baik di tingkat pusat maupun di daerah.</note>
 <note type="statement of responsibility">KARATH MARKUS</note>
 <subject authority="">
  <topic>evaluasi, koordinasi, sinkronisasi, percepatan pem</topic>
 </subject>
 <classification>351 Kar e</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>351 Kar e/R.17.318</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150100097</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.318)</sublocation>
    <shelfLocator>351 Kar e/R.17.318</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8619</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-09 14:44:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>