TAMPILAN PRODUKSI AYAM BROILER YANG DIBERI KONSENTRAT CAMPURAN KOHAY DAN DEDAK TERFERMENTASI Rhizopus oligosporus
TAMPILAN PRODUKSI AYAM BROILER YANG DIBERI KONSENTRAT CAMPURAN KOHAY DAN DEDAK TERFERMENTASI Rhizopus oligosporus
ABSTRAK
Peningkatan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100257 636 Wat t/R.20.20 Perpustakaan Pusat (REF.20.20) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 636 Wat t/R.20.20Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xvii.;143 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 636Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Muhammad Juraid Wattiheluw -
TAMPILAN PRODUKSI AYAM BROILER YANG DIBERI KONSENTRAT CAMPURAN KOHAY DAN DEDAK TERFERMENTASI Rhizopus oligosporus
ABSTRAK
Peningkatan kebutuhan protein hewani di masyarakat mendorong peternak ayam broiler untuk terus berkembang. Perkembangan ayam broiler tidak terlepas dari tingkat keberhasilan dalam pengelolaannya. Keberhasilan dalam usaha peternakan ayam broiler dipengaruhi oleh faktor pakan, bibit dan manajemen. Pakan merupakan bagian pengeluaran terbesar dalam usaha pemeliharaan ayam broiler dimana biaya yang dikeluarkan sebesar 60-70 % dari biaya produksi. Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk pakan disebabkan semakin tingginya harga bahan baku pakan, karena sebagian besar bahan baku pakan yang ada di dalam negeri masih disuplai dari bahan baku pakan impor Upaya alternatif menekan biaya produksi ayam broiler yaitu memanfaatkan waste atau limbah petemakan ayam petelur sebagai bahan baku pakan. Waste peternakan ayam petelur yang difokus adalah KOHAY atau kotoran ayam. Pemanfaatan KOHAY memerlukan pendekatan aplikasi bioteknologi yaitu fermentasi dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus.
Tujuan penelitian yaitu memanfaatkan limbah peternakan yang dapat menimbulkan polusi udara dan gangguan kesehatan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi serta nilai kecernaan yang tinggi dari KOHAY dengan cara fermentasi. Produk terfementasi diaplikasikan sebagai bahan baku pakan ayam broiler supaya menghasilkan ayam broiler yang memiliki tampilan produksi, kualitas karkas, dan kadar kolesterol yang layak.
Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Penelitian pertama dilaksanakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 3x3. Faktor pertama (C1) adalah konsentrat campuran KOHAY dan dedak, dengan perbandingan 90% KOHAY dengan 10% dedak, (C2) 80% KOHAY dengan 20% dedak, dan (C3) 70% KOHAY dengan 30% dedak. Faktor kedua adalah dosis inokolum R.oligosporus, yaitu (D1) 0,5% inokolum R.oligosporus, (D2) 0,6% inokolum R.oligosporus, dan (133) 0,7% inokolum R.oligosporus. Peubah yang diukur meliputi protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar. Penelitian kedua dilakukan pengujian energi metabolisme dan kecernaan protein KOHAY. Penelitian ketiga dilaksanakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan produk konsentrat campuran KOHAY dengan dedak terfermentasi, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Peubah yang diukur meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas, persentase lemak abdomen, dan kolesterol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nutrien meningkat dibandingkan bahan asal. Penelitian tahap pertama konsentrat campuran KOH_AY 90% dan dedak 10% terfementasi dengan inokulum R.oligosporus 0,6% (C1D6) menunjukkan bahwa protein kasar meningkat 34,43%, serat kasar menurun 10,99%, dan lemak kasar menurun 2,71%. Pada penelitian tahap dua menunjukkan bahwa energi metabolisme meningkat 72,02 kkal/kg dan kecernaan protein meningkat 72,12%. Pada penelitian tahap tiga menunjukkan bahwa pemakaian produk terfermentasi 10% hingga 15% dalam susunan ransum ayam broiler. meningkatkan konsumsi ransum 2886,16 g dan 2938,09 g; pertambahan bobot badan 1789,70 g dan 1768,30 g; konversi ransum 1,61 dan 1,66; persentase karkas 71,81% dan 70,16%; persentase lemak abdomen 1,11% dan 0,90%; kolesterol daging dada 33,02 mg/100g dan 34,63 mg/100g.
Kesimpulan penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa konsentrat campuran kotoran ayam petelur 90% dan dedak padi 10% dengan inokulum R.oligosporus 0,6% (C1D6) memberikan sumbangan yang positif terhadap peningkatan nutrien dan daya cema yang lebih baik dari bahan asal. Produk terfementasi 10% hingga 15% dalam susunan ransum ayam broiler menghasilkan performan dan kualitas fisik karkas ayam broiler yang optimal.
Kata Kunci : Tampilan Produksi, Fermentasi, KOHAY, Dedak, Ayam Br
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






