<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8607">
 <titleInfo>
  <title>DIVERSITAS GENETIK DAN RESPONS KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L. DC)  TERHADAP  PEMANGKASAN REPRODUKTIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sosiawan nusifera</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;196 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diversitas genetik suatu populasi memiliki arti penting baik bagi program &#13;
pengembangan tan am an melalui pemuliaan tanaman maupun bagi keseimbangan &#13;
ekosistem. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui po la diversitas genetik 51 &#13;
aksesi kecipir dan respons kecipir terhadap pemangkasan reproduktif telah dilakukan &#13;
melalui tiga seri penelitian. Penelitian seri pertama yang bertujuan mengetahui pola &#13;
diversitas dan kekerabatan genetik berdasarkan karakter morfologi agronomi dan &#13;
kualitas biji, telah dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje selama dua musim tanam &#13;
mulai Juni 2009 s.d. September 2010. Percobaan lapangan disusun dalam rancangan &#13;
acak kelompok yang terdiri atas 51 aksesi kecipir sebagai taraf perlakuan dan diulang &#13;
dua kali. Variabel yang diamati adalah 33 karakter morfologi agronomi yang metode &#13;
pengukurannya mengacu pad a deskriptor kecipir dari IBPGR. Selain karakter &#13;
morfologi agronorni, diamati pula enam karakter kualitas biji Penelitian seri kedua &#13;
yang bertujuan mengetahui pola diversitas berdasarkan marka molekuler SSRs telah &#13;
dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanaman Faperta Unpad, mulai bulan September s.d. &#13;
Desember 2011. Penelitian seri ketiga yang bertujuan mengetahui respons kecipir &#13;
terhadap pemangkasan reproduktif pada dua musim tanam berbeda telah dilakukan di &#13;
Kebun Percobaan Ciparanje mulai November 2008 s.d. Februari 2010. Percobaan &#13;
disusun dalam rancangan petak terbagi yang diulang dua kali dengan tujuh aksesi &#13;
sebagai anak petak dan perlakuan pemangkasan sebagai petak utama. Variabel yang &#13;
diamati adalah hasil dan komponen hasil ubi kecipir. Data dianalisis dengan &#13;
menggunakan analisis varians, analisis korelasi fenotipik dan genetik, Uji DNMRT , &#13;
analisis komponen utama, analisis klaster, dan Uji Mantel. Hasil menunjukkan bahwa &#13;
terdapat diversitas genetik yang luas dari 51 aksesi kecipir berdasarkan karakter &#13;
morfologi agronomi, karakter kualitas hasil biji dan marka molekuler SSRs. Letak &#13;
geografis memiliki korelasi dengan beberapa karakter morfologi agronomi kecipir, &#13;
namun tidak berkorelasi dengan karakter kualitas hasil biji. Sebagian besar karakter &#13;
morfologi agronomi berkorelasi secara fenotipik dengan satu atau lebih karakter &#13;
lainnya kecuali karakter bobot 100 bij i dan lebar polong. Berbeda dengan korelasi &#13;
fenotipik, seluruh karakter berkorelasi genetik setidaknya dengan dua atau lebih &#13;
karakter lainnya. Selain itu, terdapat pula korelasi antara beberapa karakter morfologi &#13;
agronomi dengan karakter kualitas biji. Pada sisi lain, tidak terdapat korelasi antara &#13;
pola diversitas genetik yang diestimasi berdasarkan marka morfologi agronomi dan &#13;
berdasarkan marka molekuler SSRs. Hasil juga memperlihatkan bahwa terdapat &#13;
perbedaan respons aksesi kecipir terhadap pemangkasan reproduktif pada dua musim &#13;
tanam berbeda. Perbedaan tersebut terlihat pada karakter bobot ubi per tanaman dan &#13;
diameter ubi. Untuk karakter jumlah ubi, respons kecipir terhadap pemangkasan &#13;
&#13;
. bergantung pada aksesinya tanpa bergantung pada musim tanam. Selain itu, untuk &#13;
. karakter bobot tunggal, terdapat perbedaan variasi aksesi antara kedua musim tanam. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">nusifera Sosiawan</note>
 <subject authority="">
  <topic>bergantung pada aksesinya tanpa bergantung pada mu</topic>
 </subject>
 <classification>630 Nusd</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>630 Nus d/R.15.36</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100252</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.36)</sublocation>
    <shelfLocator>630 Nus d/R.15.36</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8607</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-30 09:27:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>