IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL MILIK PEMERINTAH KOTA PONTIANAK
isertasi ini berjudul Implementasi Kebijakan Pengelolaan Pasar Tradisional
Milik Pemerintah Kota Pontianak bertujuan menganalisis ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100021 305351 Har i/R.17.305 Perpustakaan Pusat (REF.17.305) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Har i R.17.305Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xiii,;320 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Har iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Hardilina -
isertasi ini berjudul Implementasi Kebijakan Pengelolaan Pasar Tradisional
Milik Pemerintah Kota Pontianak bertujuan menganalisis implementasi kebijakan
pengelolaan pasar tradisional oleh pemerintah Kota Pontianak guna menemukan
konsep baru tentang implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi kebijakan
pengelolaanm pasar tradisional milik Pemerintah Kota Pontianak
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan
jenis penelitian diskriptif. Instrumen pertamanya adalah peneliti sendiri
mengumpulkan, mengelola, menganalisis, menginterpretasikan dan memverifikasi
setiap data dan informasi yang diperoleh dari penelitian. Peneliti mengamati
implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional yang dilaksanakan oleh
Disperidagkop dan UKM selaku pemangku tugas pengelolaan pasar tradisional.
Sumber data yang dipergunakan adalah bersumber dari data skunder dan data
primer yang berkaitan dengan situasi dan kondisi empiris implementasi kebijakan
pengelolaan pasar tradisional milik pemerintah Kota Pontianak, sedangkan teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan
studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan, implementasi kebijakan pengelolaan pasar
tradisional belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan disebabkan standar dan
sasaran yang tidak konkrit dan terukur, sumber daya yang tersedia kurang
memadai, sikap dan karakteristik organ pelaksana yang birokratis, komunikasi
tidak berjalan dengan baik, dan kondisi lingkungan ekonomi, sosial dan politik
belum memberikan konstribusi yang berarti. Adapun faktor yang paling
berpengaruh adalah sikap implementor, sumber daya dan komunikasi. Diyakini,
apabila implementor bersikap professional, sumber daya memadai dan
komunikasi terbangun dengan baik, maka implementasi kebijakart pengelolaan
pasar tradisional akan dapat berjalan efektif dan dapat mencapai tujuan yang
diinginkan.
Efektifitas implementasi kebijakan yang sifatnya lintas sektoral diperlukan
kerjasama antar implementor.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






