Detail Cantuman

Image of PENGARUH KOMPETENSI LURAH TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN

 

PENGARUH KOMPETENSI LURAH TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN


Masalah pokok dalam penelitian ini adalah pemberdayaan masyarakat miskin
dalam wilayah pemerintaban kelurahan di Kabupaten Bone Provinsi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0100113000051301 Bah p/R.17.14Perpustakaan Pusat (REF.17.14)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Bah p/R.17.14
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;283 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Bah p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Masalah pokok dalam penelitian ini adalah pemberdayaan masyarakat miskin
    dalam wilayah pemerintaban kelurahan di Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan
    yang belum berhasil sesuai target, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah
    kompetensi Lurah. Selanjutnya dari pernyataan masalah tersebut, mendorong penulis
    tertarik meneliti pengaruh kompetensi lurah terhadap pemberdayaan masyarakat
    miskin, dengan pertanyaan penelitian seberapa besar pengaruh kompetensi Lurah
    terhadap pemberdayaan masyarakat miskin.

    Dalam penelitian ini digunakan desain kuantitatif dengan metode/teknik
    penelitian explanatory survey, dengan penarikan sampel menggunakan teknik
    purposive sampling. Uji validitas menggunakan korelasi pearson dan reliabilitas diuji
    dengan split half method. Pengujian pengaruh kompetensi lurah terhadap
    pemberdayaan masyarakat miskin, melalui analisis data dari hasil jawaban responden
    (kuesioner), dengan menggunakan teknik analisa jalur.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Lurah berpengaruh positif
    dan signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat miskin. Tingkat kompetensi Lurah
    mempengaruhi keberhasilan pemberdayaan masyarakat miskin di Kabupaten Bone
    Provinsi Sulawesi Selatan. Dimensi traits memiliki sumbangan pengaruh signifikan
    dengan nilai yang terbesar terhadap pemberdayaan kepada masyarakat miskin.
    kemudian disusul dengan dimensi knowledge, dimensi skill. dimensi self concept,
    sedangkan dimensi motives memiliki sumbangan pengaruh signifikan dengan nilai
    terkecil.

    Konsep baru dalam penelitian ini adalah pemberdayaan sebagai fungsi
    pemerintahan, tingkat keberhasilannya selain dipengaruhi oleh tingkat kompetensi
    aparatur, juga dipengaruhi nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat setempat.
    Nilai budaya dimaksud dalam lokasi penelitian adalah nilai budaya "siri ' na pesse"
    yang merupakan falsafah budaya masyarakat bugis Bone. Budaya "siri' na pesse"
    merupakan ideologi masyarakat bugis, dimana kekuatan jiwa dapat teraktualkan
    melalui penaklukkan jiwa atas tubuh. Nilai budaya "siri ' na pesse" melingkupi seluruh
    aspek kehidupan masyarakat bugis, yang merupakan jati diri orang bugis. Nilai budaya
    "siri na pesse" ini dianut oleh seluruh Lurah dan warga masyarakat Bugis Bone, dan
    rnenjadi fenornena yang khas dalam hubungan interaksi antara pemerintah dan warga
    masyarakat bugis. Dalarn kaitannya dengan pernberdayaan masyarakat rniskin, bahwa
    falsafah, ideologi, ajaran dan nilai-nilai yang dianut rnasyarakat tu rut rnempengaruhi

    . tingkat partisipasi masyarakat terhadap program pernberdayaan rnasyarakat miskin dan
    rnempengaruhi kompetensi aparatur pemerintahan di kabupaten Bone.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi