KEDUDUKAN DAN PERAN PEREMPUAN DALAM SISTEM PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH
Institusi perkawinan merupakan salah satu media kontrol keberlangsungan
kehidupan bermasyarakat dalam, suatu kelompok, sehingga kelestarian ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100299 310 Alw k/R.17.11 Perpustakaan Pusat (REF.17.11) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 310 Alw k/R.17.11Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xxiii,;236 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 310 Alw kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab ALWI -
Institusi perkawinan merupakan salah satu media kontrol keberlangsungan
kehidupan bermasyarakat dalam, suatu kelompok, sehingga kelestarian nilai-nilai
yang berfungsi menjaga harmonisasi masyarakat tersebut perlu dipertahankan.
Pada masyarakat Aceh besar telah terjadi perubahan dalam beberapa aspek proses
penyelenggaraan sistein perkawinan, namun peran wanita dalam mempertahankan
nilai-nilai perkawinan pada masyarakat Aceh cukup tinggi sehingga menarik
. untuk dikaji sebagai bahan masukan dalam mempertahankan nilai-nilai
perkawinan tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran
wanita berpartisipasi dalam perkawinan masyarakat Aceh dan mempertahankan
nilai-nilai perkawinan masyarakat Aceh.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan gambaran tentang
kedudukan dan peran perempuan dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh;
(2) menganalisis motivasi partisipasi dan peran perempuan Aceh mempertahankan
nilai-nilai adat pada sistem perkawinan masyarakat Aceh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Cara mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi
serta studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem perkawinan masyarakat Aceh
Besar menjadi sebuah institusi sosial yang dijadikan media interaksi dalam
masyarakat sebagai perwujudan kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.
Perempuan mempunyai peran yang dominan pada setiap tahapan perkawinan dan
bersama masyarakat lainnya selalu berpartisipasi dalam berbagai bentuk baik
tenaga, pikiran, waktu maupun materi dalam acara tersebut. Ini memperlihatkan
bahwa peran perempuan dalam masyarakat Aceh masih tinggi, walau sekarang
tidak muncul lagi tokoh perempuan seperti pejuang perempuan Aceh yang
terkenal di tingkat nasional. Motivasi masyarakat berpartisipasi dalam sistem
perkawinan merupakan sebagai wujud pertukaran sosial sekaligus dorongan untuk
mempertahankan nilai-nilai yang ada dalam sistem-perkawinan masyarakat Aceh.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






