<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8565">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TUNTUTAN DAN NILAI WISATAWAN TERHADAP LOYALITAS WISATAWAN DAN CITRA DESTINASI WISATA SERTA DAMPAKNYA KEPADA PANGSA WISATAWAN MANCANEGARA DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syafruddin Chan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program doktor fakultas ekonomi UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxi,;339 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dikaruniai Tuhan YME &#13;
berbagai macam ekosistem pesisir dan laut (seperti pantai berpasir, goa, laguna, estuaria, &#13;
&#13;
_ hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang) yang paling indah clan &#13;
relatif masih 'perawan' (pristine, unspoiled). Diantara sepuluh ekosistem terumbu karang &#13;
terindah dan terbaik di dunia, enam berada di tanah air yakni Raja Ampat di Papua Barat, &#13;
Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Taka Bone Rate di Sui awe si Selatan, Bunaken di Sulawesi &#13;
Tenggara, Karimun Jawa di Jawa Tengah, dan Pulau Weh di Aceh (WTO, 2000). Konflik &#13;
perkepanjangan, gempa bumi serta Tsunami menghancurkan perekonomian masyarakat &#13;
Aceh, dan Aceh telah menjadi salah satu provinsi termiskin di Indonesia (World Bank, &#13;
2008). Untuk membantu pemulihan ekonomi nya, Aceh memerlukan altematif baru sebagai &#13;
pendorong akselerasi pertumbuhan ekonominya yang tidak menghabiskan sumberdaya alam &#13;
yang terbatas yaitu pariwisata yang dipandang paling siap dengan Daerah Tujuan Wisata &#13;
(DTW) Pulau Weh sebagai andalannya. Kecenderungan peningkatan kunjungan wisatawan &#13;
ke berbagai destinasi wisata di seluruh dunia tidak berlaku di Pulau Weh. Terbukti, selain &#13;
jumlah kedatangan wisatawan asing stagnant dari waktu ke waktu, dalam hal pangsa &#13;
pelanggan, share of wallet mereka yang dibelanjakan didestinasi wisata ini juga masih &#13;
rendah. Beberapa variabel yang diduga menjadi penyebabnya adalah belum loyalnya &#13;
wisatawan (tourist loyalty) segmen backpaker terhadap destinasi wisata Pulau Weh, &#13;
belum mampunya destinasi wisata ini mengusung citra yang kuat sebagai daerah &#13;
tujuan wisata diving dan snorkeling belum terpenuhinya tuntutan pelanggan dan &#13;
masih inferior nya value yang dideliver kepada wisatawan. Tujuan dari penelitian ini &#13;
adalah untuk meneliti pangsa wisatawan intemasional di destinasi wisata bahari, dengan &#13;
produk unggulannya diving dan snorkling di Aceh clan pengaruh variabel-variabel lain &#13;
terhadap pangsa wisatawan ini. Data untuk penelitian iniberasal dari survei di lapangan, &#13;
dengan menggunakan kuesioner dan wawancara kepada wisatawan. Struktural Equation &#13;
Model (SEM) digunakan untuk menguji hipotesis tersebut. Responden diambil dari empat (4) &#13;
lokasi wisata paling ban yak didiami wisatawan yaitu Iboih, Sumur Tiga, Gapang dan Kota. &#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel, kecuali nilai wisatawan, berpengaruh &#13;
secara signifikan terhadap pangsa wisatawan. Untuk meningkatkan pangsa wisatawan asing &#13;
di Aceh beberapa ha! yang krusial yang harus dilakukan seperti penyediaan fasilitas &#13;
gymnasium, memberikan beragam pilihan ukuran tangki oksigen, serta penyediaan beberapa &#13;
nitrox station untuk perlengkapan diving. Beberapa temuan ini juga telah dilakukan &#13;
konfirmasi dengan responden lain seperti pemilik hotel dan diving shop.Keterbatasan dari &#13;
disertasi ini tidak mempunyai sumber informasi lain yang cukup, karena, tidak banyak data &#13;
sekunder yang tersedia termasuk dari survei sebelumnya, kecuali hasil penelitian Aceh &#13;
Institute, yang dapat dijadikan sebagai rujukan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Chan Syafruddin</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pangsa Wisatawan, Pariwisata Bahari, Diving, Snork</topic>
 </subject>
 <classification>658 Cha p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>658 Cha p/R.12.146</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100068</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.12.146)</sublocation>
    <shelfLocator>658 Cha p/R.12.146</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8565</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-14 09:57:58</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>