<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8552">
 <titleInfo>
  <title>PELIMPAHAN KEWENANGAN PENGELOLAAN REKLAME KEPADA BADAN PELAYANAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU (BPPMPT) DI KOTA TANGERANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AGUS SUGIONO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,;207 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengelolaan reklame di Kota Tangerang sebagai konsekuensi dari pelimpahan &#13;
penandatanganan perizinan dari Walikota Tangerang kepada Badan Pelayanan &#13;
Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPPMPT) ini belum membuahkan hasil &#13;
yang baik. Hal itu menjadi penting karena diberikannya kewenangan tersebut pada &#13;
hakikatnya dimaksudkan untuk membuat pemerintah daerah lebih efektif dan efisien. &#13;
Peraturan Walikota Tangerang Nomor 52 Tahun 2011 menyebutkan bahwa &#13;
Kewenangan BPPMPT Kota Tangerang berasal. dari kewenangan Kota Tangerang yang &#13;
merupakan Kewenangan Walikota, kemudian dilimpahkan sebagian kewenangannya &#13;
kepada BPPMPT Kota Tangerang yang dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan &#13;
tugas pokok dan fungsi BPPMPT Kota Tangerang. Dari bidang pelimpahan &#13;
kewenangan Walikota Tangerang kepada BPPMPT Kota Tangerang tersebut, yang &#13;
seringkali berhubungan dengan kepentingan pengusaha adalah kewenangan di bidang &#13;
izin reklame. Sejauh ini terdapat masalah yang cukup menarik untuk diteliti, yaitu tidak &#13;
efektifnya pelimpahan kewenangan pengelolaan reklame di Kota Tangerang. &#13;
&#13;
Penelitian mengenai pelimpahan kewenangan pengelolaan reklame kepada &#13;
BPPMPT di Kota Tangerang ini dianalisis menggunakan Teori Pelimpahan &#13;
Kewenangan dari Stoner (1995:358) yang meliputi 3 (tigajaspek, yaitu aspek kesediaan &#13;
pimpinan untuk memberikan kebebasan, aspek komunikasi terbuka antar pimpinan dan &#13;
bawahan, dan aspek kemampuan pimpinan untuk menganalisis berbagai faktor yang &#13;
terkait dengan sasaran organisasi, prasyarat tugas, clan kemampuan bawahan. Metode &#13;
penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Kualitatif, dimana peneliti menjadi &#13;
instrumen penelitian serta pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, &#13;
&#13;
dan FGD (Focus Group Discussion). . &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya pelimpahan kewenangan ini &#13;
diambil sebagai langkah untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dan &#13;
menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif antara pemerintah &#13;
daerah dengan para pengusaha di Kota Tangerang. Di samping itu, pelimpahan &#13;
kewenangan ini juga diambil dalam rangka memenuhi aspirasi dan tuntutan masyarakat. &#13;
Namun dalam implementasinya, pelayanan tersebut belum dapat dilaksanakan secara &#13;
efektif sehingga pelimpahan kewenangan ini belum mampu meningkatkan tercapainya &#13;
pengelolaan reklame oleh Pemerintah Kota Tangerang dan pelayanan BPPMPT Kota &#13;
Tangerang yang berkualitas kepada masyarakat. Pelimpahan kewenangan kepada &#13;
BPPMPT Kota Tangerang belum didukung oleh sumber daya yang memadai, dimana &#13;
pelimpahan kewenangan belum didukung dengan personil, dan fasilitas penunjang yang &#13;
memadai. Selain itu, sebagai manifestasi dari tujuan dari penelitian ini, ditemukan &#13;
konsep barn, bahwa di dalam pelaksanaan pelimpahan kewenangan, diperlukan &#13;
sinkronisasi antar unit organisasi memegang peranan penting untuk mencapai tujuan &#13;
organisasi yang efektif pada suatu proses manajerial di sektor publik. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">SUGIONO AGUS</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pelimpahan Kewenangan, Pengelolaan Reklame, Sinkro</topic>
 </subject>
 <classification>351 Sug p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>351 Sug p/R.17.369</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150100038</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.369)</sublocation>
    <shelfLocator>351 Sug p/R.17.369</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8552</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-16 08:59:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>