Detail Cantuman

Image of INOKULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT INDEGENUS DAN KOMBINASI AMELIORAN DAN PUPUK P TERHADAP SERAPAN FOSFAT, PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DAN EMISI CO2 PADA TANAH GAMBUT

 

INOKULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT INDEGENUS DAN KOMBINASI AMELIORAN DAN PUPUK P TERHADAP SERAPAN FOSFAT, PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DAN EMISI CO2 PADA TANAH GAMBUT


Delapan puluh persen luasan lahan gambut di Indonesia berpotensi dimanfaatkan
sebagai lahan pertanian potensial di masa depan, walaupun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100052630 Ist i/R.15.27Perpustakaan Pusat (REF.15.27)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    630 Ist i/R.15.27
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi,;137 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    630 Ist i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Delapan puluh persen luasan lahan gambut di Indonesia berpotensi dimanfaatkan
    sebagai lahan pertanian potensial di masa depan, walaupun demikian terdapat
    beberapa masalah seperti sifat kering tidak balik, derajat kemasaman tanah yang
    tinggi, kandungan asam fenolat yang bersifat meracun dan tidak tersedianya hara
    bagi tanaman. Perbaikan karakteristik biologi tanah gambut khususnya inokulasi
    mikroba pelarut fosfat diduga dapat meningkatkan produktifitas tanah gambut.
    Penelitian dilakukan di Kabupaten Pelalawan dari Juni 2013 sampai Maret 2014
    untuk mendapatkan mikroba pelarut fosfat indegenus unggul asal gambut Saprik
    Riau dan mengetahui kemampuannya dalam mensubstitusi asupan pupuk
    khususnya P di lahan gambut. Percobaan dilakukan dalam 3 tahapan yaitu
    eksplorasi mikroba pelarut fosfat indegenus menggunakan medium selektif,
    karakterisasi isolat baik morfologi maupun aktivitasnya dalam pelarutan P serta
    uji keefektifannya untuk meningkatkan pertumbuhan dan menurunkan emisi C02.
    Hasil eksplorasi diperoleh 9 jenis bakteri dan 8 jenis fungi pe1arut fosfat potensial
    yang dua diantaranya unggul dalam me1arutkan fosfat yaitu Burkholderia gladioli
    dan Penicillium aculeatum. Inokulasi masing-masing isolat terseleksi tersebut
    dalam kombinasinya dengan kompos TKKS dan pupuk P meningkatkan secara
    nyata serapan P, namun tidak secara nyata pengaruhnya terhadap pertumbuhan
    bibit kelapa sawit dan emisi CO2. Aplikasi Burkholderia gladioli dalam
    kombinasinya dengan 75 % pupuk P standar atau Penicilium aculeatum
    dikombinasikan dengan 50 % pupuk P standar menghasilkan pertumbuhan bibit
    kelapa sawit yang terbaik. Bagaimanapun juga penggunaan MPF dapat
    meningkatkan sequestrasi CO2 di lahan gambut.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi