<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8522">
 <titleInfo>
  <title>KONSEP PEMASYARAKATAN DALAM  UPAYA PENANGGULANGAN  RADIKALISME DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG  NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>USMAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Hukum UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxi,;376 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Radikalisme merupakan faktor yang terkait dengan terjadinya terorisme di &#13;
Indonesia Oleh karena itu pemasyarakatan narapidana terorisme seharusnya dapat &#13;
menjadi bagian dari upaya penanggulangan. radikalisme. Permasalahannya, &#13;
bagaimanakah implementasi pemasyarakatan dalam upaya penanggulangan paham &#13;
radikal narapidana terorisme di Indonesia? Konsep pemasyarakatan bagaimana &#13;
yang sebaiknya deterapakan dalam upaya penanggulangan radikalisme? Bagimana &#13;
pula hubungannya Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 ten tang pemberantasan &#13;
tindak pidana terorisme? &#13;
&#13;
Dalam penelitian ini digunakan metode deskriftif analitis, objek penelitian adalah &#13;
bahan hukum dan bahan non hukum, yang dihimpun melalui studi kepustakaan dan &#13;
wawancara mendalam. Analisis bahan hukum dilakukan secara normatif, dengan &#13;
pendekatan konsep, perundang-undangan, kasus dan perbandingan, serta &#13;
penafsiran hukum. Sedangkan analisis bahan non-hukum dilakukan secara &#13;
kualitatif. &#13;
&#13;
Dalam penelitian ini menemukan, bahwa: 1) sistem pemasyarakatan yang berlaku &#13;
saat ini kurang memadai untuk diimplementasikan dalam upaya penanggulangan &#13;
paham radikal narapidana terorisme. Sementara upaya penanggulangan &#13;
radikalisme melalui program deradikalisasi dalam pemasyarakatan belum cukup &#13;
diatur dalam sistem hukum pidana Indonesia, sehingga dalam implementasinya &#13;
masih diberikan secara terbatas dan terdapat perbedaan antara satu Lapas dengan &#13;
lainnya, 2) Dalam upaya penanggulangan radikalisme di masa mendatang, &#13;
sebaiknya diterapkan konsep pemasyarakatan narapidana terorisme terpadu, &#13;
dengan prinsip-prinsip: (1) Pemasyarakatan narapidana terorisme dilakukan &#13;
dengan tujuan untuk memberikan kesadaran, bahwa terorisme merupakan &#13;
perbuatan yang salah; merubah paham radikal menjadi tidak radikal; dan setelah &#13;
bebas tidak melakukan tindak pidana. (2) Paham radikalisme menjadi titik tolak &#13;
dalam pemasyarakatan, sehingga perubahan paham radikal narapidana terorisme &#13;
menjadi bagian penting dalam menetuk:an keberhasilan atau kegagalan &#13;
pemasyarakatan narapidana terorisme. (3) Dalam pemasyarakatan, program &#13;
deradikalisasi diberikan secara terpadu dengan program pembinaan lainnya, &#13;
sehingga dalam pemasyarakatan narapidana terorisme meliputi kesatuan program &#13;
terdiri dari reedukasi, rehabilitasi, resosialisasi, reintegrasi serta pembimbingan dan &#13;
pemantauan pasca bebas, yang dilakukan melui pendekatan terpadu meliputi &#13;
hukum, ideologi, agama, psikologi, sosial dan budaya. Dalam perubahan Undang­ &#13;
Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, &#13;
sebainya diatur mengenai radikalisme sebagai tindak pidana dan deradikalisasi &#13;
sebagai bagian dari program penangguangan terorisme, untuk itu dalam &#13;
perumusannnya dapat didasarkan pada konsep pre-emtif yang dilakukan secara &#13;
ketat.</note>
 <note type="statement of responsibility">USMAN</note>
 <subject authority="">
  <topic>Dalam penelitian ini digunakan metode deskriftif a</topic>
 </subject>
 <classification>340 Usm k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>340 Usm k/R.11.8.3</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0290</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8522</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-02 13:51:37</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>