PERSPEKTIF POLITIK DESENTRALISASI DALAM PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN
Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang menjadi
masalah belum optimal dan lambatnya pembangunan infrastruktur kawasan
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010011201001514 320 Sah p/R.17.234 Perpustakaan Pusat (REF.17.234) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 320 Sah p/R.17.234Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xviii,;237 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 Sah pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab SAHERIMIKO -
Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang menjadi
masalah belum optimal dan lambatnya pembangunan infrastruktur kawasan
perbatasan di Kecamatan Entikong oleh pemerintah, dilihat dari perspektif politik
desentralisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis
pelaksanaan politik desentralisasi serta peran pemerintah pusat -dan daerah dalam
pembangunan kawasan perbatasan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan disain penelitian kualitatif dengan teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, observasi serta
wawancara dengan cara purposive sampling.Kemudian data yang diperoleh
divalidasi dengan cara reduksi data, display data, triangulasi, verifikasi dan
penarikan kesimpulan yang dianalisis secara kualitatif.
Teori yang dijadikan dasar dan pisau analisis dalam penelitian ini adalah
teori desentralisasi yakni pelimpahan/penyerahan kekuasaan dan wewenang dari
pemerintah pusat kepada pemerintah daerah; baik penyerahan kekuasaan politik,
fiskal, maupun administrasi. Pengertian tersebut mengacu pada desentralisasi
pada bidang pembangunan, yang bentuknya bisa dekonsentrasi dan devolusi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan bidang infrastruktur di
kawasan perbatasan oleh pemerintah selama ini belum optimal. Salah satu tolak
ukumya adalah minimnya infrastruktur dasar di Kecamatan Entikong. Meskipun
demikian, masih ada faktor-faktor pendukung dalam percepatan pembangunan
kawasan perbatasan yaitu letak geografis yang strategis, pot en si SDA, serta
adanya dukungan masyaraka lokal. Sementara faktor yang menjadi kendala
seperti: kurangnya political will dan komitmen pemerintah, terbatasnya anggaran
(financial), iklim investasi relatifkurang kondusif, kualitas SDM masih tergolong
rendah, hasil produk masyarakat belum kompetitif, serta belum adanya payung
hukum dan kelembagaan secara khusus (otonom) yang diperlukan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






