Detail Cantuman

Image of ANALISIS KONSENTRASI SPASIAL INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA

 

ANALISIS KONSENTRASI SPASIAL INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA


Disertasi ini bertujuan untuk menggambarkan konsentrasi spasial industri
manufaktur dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100180338.4 Har a/ R.12.53Perpustakaan Pusat (REF.12.53)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    338.4 Har a/ R.12.53
    Penerbit Program Doktor Ilmu Ekonomi Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x,;219 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    338.4 Har a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi ini bertujuan untuk menggambarkan konsentrasi spasial industri
    manufaktur dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode analisis
    menggunakan indeks entrophi theiI dan pooling data dengan objek tenaga kerja
    industri manufaktur sebagai media ukur konsentrasi spasial dan data deret waktu (time
    series) selama periode penelitian, yaitu 2001 - 2008. serta cross section dengan 9
    sektor industri menurut klasifikasi industri dua digit ISle Revisi 3 di 30 provinsi
    Indonesia Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari
    Badan Pusat Statistik (BPS), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), serta Badan
    Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Departemen Perindustrian serta
    literatur terkait.

    Kesenjangan spasiaI industri manufaktur antar puIau (between) terlihat jelas
    dimana niIai indeks entropi theil di Pulau Jawa sangat tinggi yang berarti industri
    manufaktur terkonsentrasi di pulau ini, sedangkan di pulau-pulau lainnya sangat
    rendah. Sedangkan hasil perhitungan indeks theiI untuk kesenjangan spasiaI dalam
    pulau (within) menunjukkan bahwa di pulau Sumatera terjadi kesenjangan yang lebih
    besar dibandingkan pulau-pulau lainnya. HaI ini terjadi karena untuk pulau Sumatera
    tenaga kerja industri manufaktur menumpuk hanya di beberapa propinsi saja, yaitu
    paling dominan di propinsi Sumatera Utara kemudian Sumatera Selatan dan
    Lampung. Sedangkan tingkat konsentrasi spasial yang paling rendah adalah
    kepuIauan Bali dan Nusatenggara yang berarti tenaga kerja industri manufaktur relatif
    menyebar (dispersi). Hasil regresi menunjukkan bahwa model konsentrasi spasial
    sangat signifikan dipengaruhi' oleh variabel-variabel yang digunakan, kecuali variabel
    human capital. Dan model ini menolak sebagian hipotesis teori neoklasik (NeT)
    namun mendukung teori perdagangan barn (NIT) dan geografi ekonomi barn (NEG).

    Penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan industri
    manufaktur di Indonesia mencari lokasi di daerah yang berpenduduk lebih banyak dan
    padat untuk memperoleh penghematan lokalisasi dan urbanisasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi