KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH WAKTU PANEN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN SERANG
Penelitian mengenai Keputusan Petani Dalam Memilih Waktu Pan en
Usahatani Jagung di Kabupaten Serang, bertujuan untuk mengetahui : (1)
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001150100074 630 Ang k/R.15.17 Perpustakaan Pusat (REf.15.17) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 630 Ang k/R.15.17Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xvii,;227 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 630 Ang kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab ANGGRAENI DIAN -
Penelitian mengenai Keputusan Petani Dalam Memilih Waktu Pan en
Usahatani Jagung di Kabupaten Serang, bertujuan untuk mengetahui : (1)
faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih waktu
panen usahatani jagung, (2) tingkat efisiensi usahatani jagung (3) tingkat
pendapatan usahatani jagung (4) resiko usahatani jagung (5) kelayakan
usahatani jagung dan (6) perbedaan rata-rata pendapatan, R-C Ratio, serta
analisis titik impas usahatani jagung mud a dan jagung pipilan di Kabupaten
Serang.
Metode penelitian yang digunakan survei ekplanatori. Ukuran sampel
yang digunakan 101 orang petani jagung yang diambil melalui multistage
cluster random sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara.
Analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif, uji regresi logistik,
regresi berganda dan uji beda rata-rata tidak berpasangan.
Hasil analisis menunjukan bahwa secara serempak semua parameter
yang diajukan dalam model menunjukan hubungan yang nyata. Secara
parsial faktor pengalaman (X3), luas lahan usahatani(X4), modal (X5), harga
(X6) dan kemudahan mendapatkan uang tunai (D), berpengaruh nyata
terhadap keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung. Faktor
lahan, benih dan pestisida pada usahatani jagung sistim panen mud a secara
ekonomi penggunaannya belum efisien, sedangkan faktor produksi urea,
NPK, pupuk kandang dan tenaga kerja secara ekonomi sudah tidak efisien.
Faktor benih, urea, pestisida, pupuk kandang dan tenaga kerja pada
usahatani jagung sistim panen pipilan penggunaanya belum efisien,
sedangkan faktor lahan dan NPK, penggunaannya secara ekonomis sudah
tidak efisien. Pendapatan usahatani jagung panen pipilan lebih besar
dibanding usahatani jagung panen muda, namun komoditas tersebut layak
untuk dikembangkan di Kabupaten Serang. Tingkat risiko usahatani jagung
panen pipilan lebih besar dibanding panen muda. Terdapat perbedaan yang
nyata antara rata-rata pendapatan usahatani jagung pan en muda dan
usahatani jagung panen pipilan. RJC antara usahatani jagung panen mud a
dengan usahatani jagung panen pipilan tidak berbeda nyata. Break Even
Point (BEP) dalam kg dan rupiah untuk usahatani jagung panen mud a lebih
rendah daripada usahatani jagung panen pipilan. Penelitian ini diharapkan
memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu agribisnis terutama
berkaitan dengan teori produksi dan teori keputusan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






