Pengaruh terapi splin oklusal terhadap nilai ambang nyeri tekan otot maseter dan temporal, kadar Ca2+, IL-1? serta PGE2 pada penderita myofascial pain syndrome
ABSTRAK
Myofascial Pain Syndrome adalah gangguan sendi temporomandibula yang bersumber dari otot, karena adanya titik picu, dengan tanda nyeri ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100122 610 Kur p / R 13.21 Perpustakaan Pusat (Ref 13.21) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610 Kur p / R 13.21Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xvii,;110hlm,;29cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Kurnikasari Erna -
ABSTRAK
Myofascial Pain Syndrome adalah gangguan sendi temporomandibula yang bersumber dari otot, karena adanya titik picu, dengan tanda nyeri pada satu atau lebih otot pengunyahan disertai atau tidak disertai terbatasnya bukaan rnulut. Nyeri disebabkan keluarnya substansi nyeri dan inflamasi, dimulai keluarnya bradikinin yang akan menstimulasi produksi TNFacIL-1 3 dan IL-6. Sitokin ini akan merangsang Netrofil untuk menghasilkan siklooksigenase (COX2) yang akhirnya memproduksi PGE2. IL-1 13, dan PGE2 merupakan mediator nyeri dan inflamasi yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur penurunan kadar ion Ca2±, IL-1 p, PGE2, dan perubahan nilai ambang nyeri tekan otot maseter dan temporalis pada penderita MPS sesudah pemakaian splin oklusal selama 8 minggu dan menganalisis korelasi antara otot tersebut dengan kadar ion Ca2+, IL-1 3, PGE2 , agar efektifitas splin oklusal dapat dibuktikan.
Penelitian dilakukan di klinik prostodonsia RSGM FKG UNPAD, pada bulan Desember 2013 sampai dengan April 2014. Disain penelitian adalah quasi eksperimental dengan pengamatan pre dan post terapi dengan splin oklusal. Jumlah subjek penelitian adalah 21 orang, terdiri dari 15 orang wanita dan 6 orang laki-laki dengan usia 20-43 tahun. Seluruh subjek diperiksa kadar Ca2+ pada serum dan IL-113, PGE2 pada plasma darah dengan metode Elisa dan pengukuran ambang nyeri tekan dengan algometer. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah terapi dengan splin oklusal.
Hasil uji beda berdasarkan t test berpasangan terdapat penurunan yang bermakna pada semua variabel penelitian yaitu untuk kadar ion Ca2÷, dengan t hitung 4,37, nilai p < 0,01, untuk IL-1p dengan t hitung 5,96, nilai p < 0,01 dan PGE2 dengan t hitung 5,24, nilai p < 0,01 dan terdapat kenaikan yang bermakna ambang nyeri tekan dengan nilai p < 0,01. Hasil uji korelasi dengan rumus Pearson terdapat korelasi yang bermakna secara statistik antara otot maseter dengan kadar IL-1 p.
Simpulan pada penelitian ini, bahwa terdapat penurunan kadar ion Ca2÷, IL-113, dan PGE2, dan naiknya nilai ANT pada otot maseter dan temporal, setelah terapi dengan splin oklusal serta terdapat korelasi negatif antara otot maseter dengan kadar 11,-113, hal ini membuktikan bahwa splin oklusal efektif sebagai slat perawatan MPS dengan cara relaksasi otot dan mengeliminasi inflamasi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






