MODEL PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DI JAWA BARAT
Usaha berskala mikro dan kecil (UMK) masih berperan sentral bagi perekonomian
_ di Jawa Barat. Peran tersebut terutama dalam ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001150100065 658 Nur m/R.17.507 Perpustakaan Pusat (REF.17.507) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658 Nur m/R.17.507Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xxii,;237 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658 Nur mTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NURNIDA IDA -
Usaha berskala mikro dan kecil (UMK) masih berperan sentral bagi perekonomian
_ di Jawa Barat. Peran tersebut terutama dalam kontribusinya terhadap jumlah unit usaha,
PDRB, dan penyerapan tenaga kerja. Namun, peran penting tersebut belurn diimbangi
dengan keberhasilan pemberdayaannya secara optimal. Sekitar 54% UMK di Jawa
Barat mengalami kendala dan barn 7% dari total UMK mendapat binaan Pemerintah
Daerah. Salah satu penyelenggaraan pemberdayaan UMK yang menunjukkan
keberhasilan adalah pemberdayaan UMK melalui pendekatan kelembagaan yang
dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (pT. Telkom) sebagai realisasi
kebijakan pemerintah ten tang Program Kemitraan (PK) antara Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) dengan UMK Mitra Binaan, yang diatur dalam Peraturan Menteri
Negara BUMN nomor: Per.05IMBUI2007.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menggambarkan dan menjelaskan model
pemberdayaan kelembagaan UMK Mitra Binaan, yang dilakukan oleh PT. Telkom.
Tipe penelitian adalah deskriptif eksploratif, dengan menggunakan metode penelitian
kualitatif melalui pendekatan induktif Lokasi penelitian adalah Telkom CDC dan
Telkom CDA Jawa Barat sebagai pihak pemberdaya, dan UMK Mitra Binaan sebagai
pihak yang diberdayakan. Informan dipilih berdasarkan signifikansi peran terhadap
proses pemberdayaan dari kedua unsur tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan
cara observasi, wawancara kualitatif, dan pengumpulan dokumen terkait.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan kelembagaan UMK Mitra
Binaan pada PT. Telkom sudah memperhatikan aspek proses dan manfaat yang
dilakukan melalui bantuan pinjaman modal usahalinvestasi dan program pembinaan.
Namun demikian, proses pemberdayaan belurn berorientasi pada dimensi-dimensi
utama pemberdayaan, dan pembinaan kelembagaan belum berorientasi pada konsep
kelembagaan, khususnya enforcement. Pada sisi manfaat, pengukuran belum
berorientasi pada pencapaian derajat pemberdayaan sebagai tujuan utama
pemberdayaan. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun aspek enforcement
tidak direaliasikan, kinerja proses dan derajat manfaat pemberdayaan kelembagaan
UMK oleh PT. Telkom di Jawa Barat menunjukkan pencapaian yang baik. Aspek
aspek penting dalam pencapaian kinerja tersebut adalah komitmen perusahaan dan
good governance yang didukung dengan sistem informasi berbasis teknologi
telekomunikasi. Peneliti telah mengkonstruksikan pemberdayaan kelembagaan UMK
Mitra Binaan oleh PT. Telkom ke dalam sebuah pemodelan, yang merupakan hasil
akhir dan temuan dari penelitian ini. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






